Setelah Bandar Lampung dan Kota Metro, Transformasi Rastra ke BPNT Akan di Laksanakan di Lamtim, Lamteng dan Lamsel

14
Setelah-Bandar-Lampung-dan-Kota-Metro,-Transformasi-Rastra-ke-BPNT-Akan-di-Laksanakan-di-Lamtim,-Lamteng-dan-Lamsel
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat memimpin Rakor persiapan transformasi bantuan sosial pangan dari Rastra ke BPNT, di Hotel Arinas, Bandar Lampung (19/09/18).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan transformasi bantuan sosial pangan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang dilaksanakan di Hotel Arinas, Bandar Lampung (19/09/18).

Dikatakan oleh Sumarju Saeni, bahwa program BPNT Provinsi Lampung baru dilaksanakan di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. Dan diperkirakan pada bulan Oktober 2018, akan mulai diterapkan di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah dan Lampung Selatan. “Untuk kabupaten lainnya, akan dilaksanakan pada tahun 2019. Maka perlu kita siapkan dengan sungguh-sungguh, agar pada pelaksanaannya nanti tidak mengalami hambatan”, terangnya.

“Jadi perbedaan antara Bansos Rastra dengan BPNT itu, kalau untuk Bansos Rastra, masyarakat mendapatkan 10 kg beras tanpa biaya tebus, dan untuk BPNT, masyarakat mendapat bantuan nontunai sebesar 110 ribu rupiah perbulan nya, untuk membeli bantuan pangan berupa beras dan telur, yang hanya bisa di beli di KUBE Jasa atau E-Warong yang sudah bekerjasama dengan bank penyalur”, paparnya.

Dijelaskan pula olehnya, bahwa Program BPNT tersebut adalah merupakan upaya mereformasi program Rastra, yang dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia (RI) untuk meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran program, serta mendorong inklusi keuangan. “Dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai melalui sistem perbankan juga dimaksudkan untuk mendukung perilaku produktif masyarakat melalui fleksibilitas waktu penarikan bantuan”, ujarnya.

“Disini, persiapan-persiapan yang perlu dilakukan oleh Dinas Sosial kabupaten calon transformasi Rastra ke BPNT antaralain yaitu terkait akurasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pemetaan sebaran KPM, pemetaan daerah yang blang spot, perencanaan KUBE Jasa/e-Warong, dan koordinasi dengan bank penyalur”, pungkas Sumarju Saeni.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Tole Dailami juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan BPNT di Bandar Lampung dimulai pada tahun 2016 bersamaan dengan 44 Kota di Indonesia. “Jumlah KPM penerima BPNT yang tersebar di Kota Bandar Lampung sebanyak 49.711 KPM dengan jumlah e-Warong sebanyak 71 kelompok.

Dilanjutkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Metro,Subehi yang menjelaskan terkait pelaksanaan BPNT di Kota Metro, yang pelaksanaannya baru dimulai pada bulan April 2018, dengan jumlah jangkauan KPM sebanyak 5.980 KPM dan 19 e-Warong. “e-Warong di Kota Metro disamping melayani non tunai juga melayani masyarakat umum dengan transaksi secara tunai. Dengan demikian aktifitas e-Warong rutin berjalan pada setiap hari, mulai dari jam 8.00 sd 17.00 WIB, dengan petugas dari anggota kelompok secara bergantian”, jelasnya.

“Dan untuk lebih akuntabel, transparan dan juga mempermudah administrasi serta pelaporan, sebanyak 9 unit e-Warong telah dilengkapi dengan e-kasir, sedang 10 e-warong lainnya dianggarkan pada APBD Kota Metro Tahun 2019”, pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Komentar Anda