Tahun Ini, Pemkab Lamtim Fokus Menata dan Memperindah Tampilan Wajah Ibukota Kabupaten

16
Tahun-Ini,-Pemkab-Lamtim-Fokus-Menata-dan-Memperindah-Tampilan-Wajah-Ibukota-Kabupaten
Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari saat di temui wartawan sebatin.com, di ruang kerjannya, Kamis (24/1/19). | Foto : Tarmizi.

Sebatin.com, Sukadana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim), saat ini sedang galak – galaknya melaksanakan pembangunan dan penataan di seluruh wilayahnya. Terutama pada wilayah Kecamatan Sukadana, sebagai Ibukota Lamtim. Hal itu dimaksudkan agar Ibukota Lamtim, dapat benar-benar memiliki tampilan wajah selayaknya sebuah Ibukota Kabupaten, sesuai yang diinginkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari juga menjelaskan, di tahun ini Pemkab Lamtim akan terus fokus guna memperindah tampilan wajah ibukota kabupaten, dengan memperbaiki dan membangun segala macam infrastruktur yang menunjang untuk tampilan sebuah kota. “Tahun ini (2019, red), kami akan melanjutkan pembangunan jalan yang ada di Desa Pasar Sukadana hingga Desa Sukadana Ilir, yang dimulai dari Pasar Lama hingga sampai ke Perepatan Tono. Dan akan dilanjutkan juga pembangunan jalan cor beton yang ke arah Balai Desa Sukadana Ilir hingga sampai ke arah Jalan Pipa Gas”, jelasnya saat dikonfirmasi oleh wartawan Sebatin.com, di ruang kerjanya, Kamis (24/1/19).

“Dan tahun ini (2019, red) juga, kita akan merencanakan pembangunan pagar dan jalan kecil buat pejalan kaki, mulai dari jalur dua di Desa Negara Nabung sampai dengan jalur dua di Pasar Sukadana. Saya berharap kepada seluruh masyarakat Lampung Timur, khususnya yang berada di Kecamatan Sukadana, yang rumahnya berada di depan jalur dua tersebut, untuk bersedia dan mendukung program pemerintah ini”, jelasnya.

Dan ketika disinggung mengenai tidak berkualitasnya pembangunan tugu perbatasan antara Kabupaten Lamtim dan Kota Metro, yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, Zaiful Bokhari dengan tegas mengatakan, bahwa kesalahan ada pada pimpinan dinas terkait. “Yang harus disalahkan ya Kepala Dinas PU, karena yang menunjuk konsultan dan pemborongnya kan dia. Jadi dia juga yang harus bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut”, pungkasnya. (Adv/Mizi/Kominfo)

Tinggalkan Komentar Anda