Tahura Wan Abdul Rachman Lampung Akan Dibangun Observatorium

294
Tahura Wan Abdul Rachman Lampung Akan Dibangun Observatorium
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono berfoto bersama Rektor ITERA Ofyar Z. Tamin. Foto: Humas

Sebatin.com, Bandar Lampung – Guna membuka cakrawala tentang pengetahuan di bidang Astronomi, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pembangunan Observatorium. Dukungan tersebut ditandai dengan upaya Pemprov menyiapkan 20 Hektare lahan di kawasan Hutan Raya Wan Abdurrahman menjadi daerah konservasi Bintang.

Sekertaris daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Sutono menyebutkan, saat ini indonesia hanya memiliki satu pusat Observatorium namun kondisinya sudah kurang baik lantaran imbas pembangunan dari pengembangan wilayah.

“Indonesia hanya memiliki satu pusat Observatorium, yakni Bosscha, yang sudah berusia 90 tahun. Terlebih saat ini, Observatorium Bosscha sudah mulai terkena polusi cahaya akibat pembangunan dan pengembangan wilayah di sekitarnya. Maka Pemerintah Provinsi Lampung bersama Institut Teknologi Sumatera dan Institut Teknologi Bandung akan membangun Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) di Wilayah Taman Hutan Raya Wan Abdurrahman, Gunung Betung,” ujar Sutono dalam sambutannya mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo di Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung, Jumat (27/01/2017).

Sutono menambahakan, dari luas kawasan sekitar 22.244 hektar (Ha) yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 742/Kpts-II/92 tanggal 21 Juli 1992. Pihak pemerintah provinsi lampung hanya menyiapkan lahan seluas 20 hektare. Yang nantinya akan dibangun Observatorium dan menjadi pusat pengamatan bintang dan benda-benda antariksa kedua di Indonesia.

“Sudah saatnya ada Observatorium baru di Indonesia. Kita patut berbangga karena Lampung akan menjadi lokasi pembangunannya. Selain bermanfaat bagi dunia pendidikan dan penelitian, juga pengetahuan bagi masyarakat tentang astronomi,” kata Sekdaprov.

Pembangunan kawasan OAIL ini juga dapat dipastikan turut mendongkrak perekonomian Lampung dan masyarakat sekitar. Pasalnya, akan ada banyak kunjungan wisatawan baik lokal, nasional, maupun Internasional ke OAIL sebagai salah satu objek wisata edukasi di Provinsi Lampung.

“Dengan banyaknya kunjungan wisata, masyarakat akan mengambil peran untuk menyediakan cinderamata, oleh-oleh, maupun tempat makan dan tempat beristirahat yang pada akhinya dapat mendongkrak tingkat ekonomi masyarakat,” ungkap Sutono.

Dilain Pihak, Rektor ITERA Ofyar Z. Tamin menyampaikan bahwa kekuatan OAIL ini terbentuk dari proses pengamatan pada saat Gerhana Matahari Total, antusias masyarakat Lampung sangat tinggi.

“Seluruh Masyarakat Sumatera terutama baik dari kalangan pelajar SD, SMP ataupun SMA memiliki minat yang sangat tinggi pada dunia Astronomi dan dengan dukungan dari ITB,” ujarnya.

Selain itu, Profesor ITB Mujiraharto pun menyampaikan harapannya kepada Pembangunan Observatorium yang berada di Provinsi Lampung tersebut.

“Kita perlu lebih banyak lagi Observatorium Langit untuk Indonesia karena dua pertiga langit menghadap ke Indonesia, untuk itu Pembangunan Observatorium di Wilayah Taman Hutan Raya Wan Abdurrahman, Gunung Betung ini bukan hanya bermanfaat untuk Lampung saja tetapi juga untuk Sumatera, Indonesia bahkan Dunia,” ujar Profesor.

(Rls/Red)

Tinggalkan Komentar Anda