Tak Hanya Pajale, Kota Metro Juga Miliki Komoditas Cabai

386
Tak Hanya Pajale, Kota Metro Juga Miliki Komoditas Cabai
(Ilustrasi)

Sebatin.com, Kota Metro – Selain padi jagung dan kedelai (Pajale) Kota Metro juga memiliki komoditas cabai yang terletak di wilayah pertanian Kelurahan Tejosari dan Sumbersari Bantul.

Untung Sugiatmo Ketua Gapoktan Sari Makmur Tejosari mengatakan, dirinya mencoba menanam cabai di lahan seluas setengah hektar dengan sistem tumpang sari. Ia mengaku dengan modal tanam mencapai 15 juta – 25 juta rupiah, hasil tanamannya bisa pulih modal jika harga cabai minimal mencapai Rp. 15.000,-/kg.

Menurutnya, saat ini harga cabai yang ia jual ke tengkulak mencapai Rp. 32.000,- hingga Rp. 35.000,-/kg.

“Tanaman saya ini sudah 11 kali petik. Dari pertama petik, cabai saya sudah menghasilkan 2.550 kg. Target saya sampai 20 kali petik. Rata-rata setiap petik hasilnya 2 kwintal,” paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, dalam menanam cabai ada beberapa jenis hama yang kerap menyerang, di antaranya ulat, patek/antrak, dan kutu. Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu, terkadang juga menjadi sebuah kendala.

“Kita utamakan pencegahan dengan memberikan kalsium dan fungi. Jika terserang Antrak atau busuk, biasanya akan menular dan harganya bisa di bawah 20 ribu rupiah. Namun demikian, tahun depan saya dan anggota poktan lain akan tanam cabai hingga 10 hektar,” katanya.

Ahmad Mubin, petani cabai Kelurahan Sumbersari menuturkan, setiap tahun dirinya memang menanam cabai, mengingat ia adalah petani Hortikuktura. Ia jual cabai ke tengkulak seharga Rp. 26.000,-/kg.

“Setiap jam harga cabai memang berubah. Saya sudah 6 kali petik. Per petik hasilnya sampai 3 kwintal dan jika diuangkan hasilnya sekitar 11 juta rupiah. Target saya sampai 20 kali petik. Tanaman saya sistem tumpang sari/revogia dengan tomat guna menangkal hama,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Lusia Parjiem mengatakan, Upsus (Upaya Khusus) bukan hanya pajale (Padi Jagung dan Kedelai), namun juga cabai dan bawang.

“Kami ada Penyuluh di lapangan untuk mengontrol Hortikultura para petani. Bahkan petani sudah pintar dalam memilih pupuk dan obat. Mereka lebih memilih bahan aktif yang terkandung dalam obat dan pupuk ketimbang harganya,” katanya saat meninjau di lahan pertanian cabai, Sabtu (11/2/2017) lalu.

Bahkan, dalam rangka mengatasi fluktuasi harga cabai, Wali Kota Metro mengeluarkan Surat Edaran No 521/1218/LTD-10/04/2016 tentang gerakan penanaman (Gertam) cabai di Kota Metro. Sehingga ke depan para KWT dan tiap KK diminta menanam cabai minimal 10 batang di sekitar pekarangan rumah.

“Dalam waktu dekat kami bersama PKK akan melaksanakan program Gertam Cabai ini. Artinya akan ada kelompok yang kita bina. Setiap kecamatan akan ada sentra cabai, baik lahan sawah maupun tiap Kepala Keluarga (KK) di pekarangan mereka. Dan saat ini sudah ada 5 Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL),” tuturnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda