Tak Ingin Kecolongan, Pemkot Metro Akan Perketat Regulasi Izin Usaha Travel Umroh

17
Tak Ingin Kecolongan, Pemkot Metro Akan Perketat Regulasi Izin Usaha Travel Umroh
Walikota Metro, Achmad Pairin, di Halaman Kantor Pemkot Metro, Selasa (15/1/19).

Sebatin.com, Kota Metro – Tak lagi ingin kecolongan, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan berupaya untuk lebih memperketat lagi pengawasan terkait regulasi pengeluaran izin usaha Tour and Travel, khususnya untuk penyedia jasa perjalanan umroh. Hal tersebut dikatakan Walikota Metro, Achmad Pairin, di hadapan media pada Selasa (15/1/19), menyusul terbongkarnya dugaan kasus penipuan yang dilakukan salah satu agen Travel Umroh yang ada di Kota Metro terhadap beberapa klien nya.

“Kedepan, akan kami evaluasi lebih ketat lagi masalah pengeluaran izinnya. Khususnya untuk penyedia jasa perjalanan umroh. Agar dugaan penipuan dan penggelapan berkedok jasa travel tak kembali terulang di Bumi Sai Wawai ini”, ujar Walikota Metro.

Walikota Metro juga mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya juga akan terus melakukan kordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Kota Metro, guna menindaklanjutinya dengan dinas dan instansi terkait. “Iya kita akan kordinasi dengan Polres Metro. Itu memang dari dinas masalah perizinan. Jadi harus lebih hati-hati lagi untuk ngeluarin izin usahanya”, pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro, AKP Try Maradona juga membenarkan, bahwa pihaknya telah berhasil membongkar terduga sindikat penipuan berkedok Travel Umroh di Kota Metro. Dan berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial RA (38) warga Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat, pada Senin, 7 Januari 2019 lalu. RA sendiri merupakan pemilik dari usaha Travel Umroh yang ada di bawah naungan PT Allfintha Sumber Makmur.

“Berdasarkan laporan dari para korban, tersangka telah menerima uang senilai Rp 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah, red) per orang nya. Dana tersebut untuk keberangkatan umroh ke tanah suci”, ungkap Kasat Reskrim Polres Metro, Kamis (10/1/19) lalu.

Hingga saat ini, lanjut AKP Try Maradona, ada 16 warga yang telah mengaku menjadi korban penipuan berkedok Travel Umroh tersebut. Namun, dari keterangan pelaku ada 54 orang yang belum diberangkatkan ke tanah suci. “Jadi total dugaan yang digelapkan RA sementara sekitar Rp 1.350.000.000, (Satu Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Juta, red)”, imbuhnya.

Guna pengungkapan lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Metro juga menghimbau bagi para korban lainnya yang belum melapor ke Polisi, diharapkan dapat segera melaporkannya ke Mapolres Metro. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda