Tak Kunjung Diperbaiki, Komisi I DPRD Kota Metro Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan Jalan Rusak

126
Kondisi jalan rusak yang berada di Jalan Tejo Agung 24 dan di Jalan Tongkol Rt 36 Rw 09, Yosodadi. Foto : Aya - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Sejak sebulan terakhir, beberapa titik jalan mengalami kerusakan yang cukup parah. Diantaranya, di sepanjang Jalan Tejo Agung 24 dan di Jalan Tongkol Rt 36 Rw 09, Yosodadi. Di kedua tepat tersebut, banyak titik berlubang yang perlu perbaikan.

Meski kondisi tersebut belum menimbulkan kecelakaan, tapi, kondisi jalan yang berlubang tak jarang menjadi penyebab kemacetan. Seperti yang dikeluhkan oleh warga sekitaran Jalan Tejo Agung 24, Tito. Ia mengungkapkan, Jalan tersebut terakhir diaspal empat tahun yang silam.

“Segera di tambal, supaya lalu lintas tidak macet dan mengalami kecelakaan,” keluh Tito di kediamannya.

Sementara itu, warga di Jalan Tongkol Rt 36 Rw 09, Yosodadi, Ali Firdaus mengutarakan bahwa jalan yang dibangun belum genap satu tahun di daerah tersebut sudah mengalami kerusakan. Ia menuturkan, sudah ada upaya dari dinas terkait untuk menimbun jalan yang rusak di daerahnya tersebut. Sayangnya, dengan kondisi jalan yang terapit sawah di kanan kiri itu, ia berharap untuk mendapat perhatian lebih.

“Kami berharap segera diperbaiki untuk kenyamanan warga dan pengendara supaya tidak sering terjadi kecelakaan. Dan sebaiknya, jalan dicor supaya jalan rata,“katanya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, Nasrianto Effendi, menyoroti penggunakan dana taktis Dinas Pengerjaan Umum (PU).

“Ada keluhan dari masyarakat tentang kualitas pekerjaan fisik insfrasturktur. Berarti disana ada persoalan,” kata Nasrianto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/1/2018) kemarin.

Anggota Komisi I ini menghimbau, seharusnya Dinas PU bisa cepat dalam menanggapi laporan dari masyarakat terkait kerusakan infrastruktur yang perlu perbaikan.

“Dana taktis itu ada untuk perbaikan yang bersifat mendadak. Sebab, kita tidak tau hal-hal yang luar biasa terjadi. Misalnya curah hujan yang tinggi, jalan-jalan yang padat dengan tonasi sekian kita kan tidak bisa mengontrol hal itu,” tuturnya.

Kemudian, ada jalan di beberapa daerah tertentu butuh penanganan segera. Sehingga, dinas PU harus segera menuntaskan persoalan tersebut, karena pelaksanaan insfrastruktur di Kota Metro 2018 belum berjalan.

Anggota Fraksi PKS ini juga menyerukan kepada dinas terkait untuk mengevaluasi terhadap kontraktor yang berada di Kota Metro. Ia berharap, pekerjaan yang dilakukan bisa memuaskan masyarakat dengan kualitas yang baik. Selanjutnya, pengerjaaan insfrastruktur tidak terburu-buru sehingga ada masa pemeliharaan.

“Kalau kita lihat, selama ini pengerjaan itu seolah-olah apakah itu disengaja atau tidak, dicarikan waktunya di akhir tahun. Sehingga, untuk ringkat pemeliharaan atau waktu pemeliharaan itu bisa dibilang tidak ada,” kata Nasrianto.

Beberapa kali Sebatin.com mencoba mendatangi Dinas PU Kota Metro, tapi sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari Dinas terkait persoalan perbaikan jalan tersebut.

(Adv)

Tinggalkan Komentar Anda