Tak Sesuai Harapan, Petani Padi di SB 2 Seputih Banyak Menangis

162
Ilustrasi padi. Foto : Istimewa.

Sebatin.com, Lampung Tengah – Warga SB 2 Seputih Banyak, Lampung Tengah, yang mayoritas petani beras kini harus merasakan kekecewaan dari hasil panen raya. Sebelumnya, para petani beralih dari padi hibrida ke bibit padi lokal, karena bibit hibrida disebut kerdil dan kecil.

Menurut warga setempat, Riono, pada tahun ini di SB 2 sedang panen raya. Namun, hasilnya masih tidak seperti yang diharapkan. “Pada tahun ini petani menangis, sebab dari sebelumnya mengunakan bibit padi hibidra hasilnya sangat mengecewakan, karena batang padi kerdil, pada tahun ini kami menggunakan bibit lokal,” tuturnya.

Riono juga mengeluhkan harga gabah yang turun menjadi 4500. Selain itu, cuaca yang tidak bersahabat bisa mengakibatkan batang padi terkena penyakit jika terguyur air hujan saat malam.

“Obat untuk menangulangi penyakit tersebut sangat mahal, 120 ribuan per2 mili,” keluhnya.

Ia berharap agar pemkab setempat dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh para petani padi, dari harga obat padi, harga gabah, hingga kemudahan mendapatkan pupuk.

Reporter : Rizki
Editor     : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda