Tanggapi Keluhan Warga Komisi II Panggil Pihak Rumah Sakit Islam dan Dinas Kesehatan Kota Metro

322
Tanggapi Keluhan Warga Komisi II Panggil Pihak Rumah Sakit Islam dan Dinas Kesehatan Kota Metro 01
Komisi II DPRD Kota Metro menerima kedatangan pihak RSI, Dinas Kesehatan dan beberapa warga yang melapor di ruang OR DPRD setempat, Kamis (3/11/2016). Foto : Ade Embun - sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Manajemen Rumah Sakit Islam (RSI) Kota Metro akhirnya memenuhi panggilan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, Kamis (3/11/2016) guna memberikan penjelasan terkait adanya pengaduan warga yang merasa di kecewakan dalam hal pelayanan saat menjalani pengobatan rawat inap di rumah sakit tersebut.

Hadir dalam OR Kantor DPRD setempat, Ketua Komisi II Tondi Nasution, beserta anggotannya Alizar, Ketua Komisi 1 Basuki dan anggotanya Nasrianto, Ketua Komisi III Hendri Susanto, Direktur RSI Amelius Ramli didampingi beberapa staff-nya serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Metro dan beberapa warga yang mengadu.

Tanggapi Keluhan Warga Komisi II Panggil Pihak Rumah Sakit Islam dan Dinas Kesehatan Kota Metro 02
Ketua Komisi II Tondi Nasution memimpin sidang terkait adanya keluhan warga tentang pelayanan pihak RSI Kota Metro, di ruang OR DPRD setempat, Kamis (3/11/2016). Foto : Ade Embun – sebatin.com

Sebagai pimpinan sidang, Tondi Nasution berusaha untuk memediasi apa yang menjadi keluhan atau aduan dari beberapa warga Kota Metro. Juga, meminta pihak RSI untuk dapat menjelaskan dan menjabarkan teknis kerja dan pelayanan yang sesuai Standart Operasional Prosedure (SOP) yang di terapkan di rumah sakit tersebut.

Tanggapi Keluhan Warga Komisi II Panggil Pihak Rumah Sakit Islam dan Dinas Kesehatan Kota Metro 03
Dir. RSI Kota Metro dr. Amelius Ramli di dampingi beberapa staffnya sedang memeberikan penjelasan kepada Ketua Komisi II terkait aduan warga mengenai ketidakpuasannya terhadap pelayanan RSI Kota Metro di ruang OR DPRD setempat, Kamis (3/11/2016). Foto : Ade Embun – Sebatin.com

Direktur RSI dr.Ramli mengakui, jika terjadi pelayanan yang kurang terhadap pasien merupakan kelemahan dari jajaran direksi dalam hal pengawasan terhadap karyawan. Pasalnya, apa yang RSI lakukan dalam hal penanganan pasien rawat inap sudah merupakan SOP dari RSI.

Sementara Arif Budi perwakilan dari pihak keluarga pasien yang mengadu ke DPRD sangat menyesalkan hal yang dilakukan pihak RSI terhadap keluarganya. Pasalnya, saat ini sedang gencar-gencarnya digaungkan tentang pelayan publik yang baik di Kota Metro.

Tanggapi Keluhan Warga Komisi II Panggil Pihak Rumah Sakit Islam dan Dinas Kesehatan Kota Metro 04
Salah satu pihak keluarga pasien yang melaporkan ketidakpuasannya terhadap pelayanan pihak RSI Kota Metro, di ruang OR DPRD setempat, Kamis (3/11/2016). Foto : Ade Embun – Sebatin.com

Selain itu, ia dan keluarganya mengucapkan terima kasih kepada legislatif yang telah memediasi pertemuan dengan pihak RSI sehingga rumah sakit tersebut bisa memberikan penjelasan.

“Tetapi kami pihak keluarga, tetap merasa kurang puas dengan penjelasan pihak RSI. Dengan apa yang telah dilakukan pihak RSI terhadap keluarga kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat aduan kepada Ombusdman RI perwakilan Lampung,” tutupnya.

Tanggapi Keluhan Warga Komisi II Panggil Pihak Rumah Sakit Islam dan Dinas Kesehatan Kota Metro 05
Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Tondi Nasution

Tondi Nasutin mengatakan, dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang seharusanya menjadi hak pasien tetapi tidak diberikan oleh pihak RSI, padahal hal itu sudah ada dalam SOP mereka. Untuk itu, ia meminta pihak RSI untuk melakukan pengecekan terhadap oknum pegawai dan staf agar melaksanakan apa yang sudah menjadi SOP rumah sakit tersebut.

“Bila perlu SOP nya ditempel, jadi walaupun pegawai tidak ngomong, pasien bisa membacanya. Tadi pihak RSI mengakui bahwa pelayanan di bawah ada miss, padahal mereka sudah mengeluarkan SOP yang mestinya di taati oleh pegawai RSI. Tetapi dengan kejadian ini, merupakan masukan agar RSI ke depan untuk bisa lebih baik. Dan mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini kedua belah pihak, baik pihak pasien maupun pihak RSI bisa menerima,” pungkas Tondi.

(Ade Embun)

Tinggalkan Komentar Anda