Tanggapi Laporan Warga, Komisi I Minta Satpol PP Periksa Perizinan Surya Billiard

442
Tanggapi Laporan Warga, Komisi I Minta Satpol PP Periksa Perizinan Surya Billiard
Wakil Ketua Komisi I DPRD Metro Nasrianto Effendi di ruang kerjanya, Jumat (10/3/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memeriksa kelengkapan perizinan Surya Billiard yang terletak di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Hadimulyo Barat. Ini, menyusul penolakan terhadap tempat bermain billiard tersebut yang dilakukan oleh warga sekitar.

”Kita minta Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menindak lanjuti apakah usaha tersebut sudah memiliki izin atau belum. Kalau belum, ya sudah ada aturan-aturan yang mengatur. Kalau sudah, diperiksa apakah sudah sesuai atau belum. Tapi kalau dilihat dari adanya penolakan dari warga, sepertinya ada keganjilan,” kata Wakil Ketua Komisi I Nasrianto Effendi ketika dikonfirmasi Sebatin.com di ruang kerjanya, Jumat (10/3/2017).

Menurutnya, Sapol PP sebagai pengawal dan Pengawas Perda harus tegas dan tidak melakukan pembiaran. Jika, memang belum ada izin atau sudah mengurus perizinan tetapi belum memenuhi persyaratan maka ada langkah-langkah, yakni diberikan teguran, baik itu secara lisan maupun tulisan.

”Jika tetap tidak mengurus perizinan terpaksa harus ditutup. Pol PP juga tidak boleh melakukan pembiaran. Kalau nanti dilakukan pembiaran jelas nanti masyarakat akan rugi, akan timbul nanti huru hara, kan kita juga tidak ingin itu. Kemudian pada sisi pengusaha tersebut juga akan rugi. Kenapa dia rugi, dia sudah melakukan investasi, dia sudah mengeluarkan uang tetapi mereka terganjal dengan berbagai hal, jadi sama-sama dirugikan,” paparnya.

Tanggapi Laporan Warga, Komisi I Minta Satpol PP Periksa Perizinan Surya Billiard 2
Surat Penolakan dan Keberatan berdirinya tempat bermain billiard oleh warga RW 05, Kelurahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat. Foto: Hendra – Sebatin.com

Untuk tempat hiburan seperti billiard, kata dia, seharusnya tidak dibangun berdekatan dengan rumah ibadah, sekolah, dan lingkungan. Pasalnya, nantinya tempat hiburan tersebut bisa mengganggu ibadah, mengganggu sekolah, dan akan berpengaruh terhadap penduduk di sekitar tempat hiburan tersebut.

”Apalagi kita ini adalah Kota Pendidikan, maka harus sesuai dengan Visi Kota Pendidikan. Harusnya dilihat lah, harus jauh dari lingkungan masyarakat, jauh dari tempat ibadah, jauh dari lingkungan sekolah. Ya tempat hiburan itu yang mendidik, kalau memang berdekatan dengan sekolah. Orang tua sudah susah-susah mendidik agar disiplin, terpelajar, terdidik, dan kearah yang baik, sementara di situ ada tempat hiburan yang siang malam buka. Itu jelas merugikan anak didik kita. Ya kita tidak tahu siapa saja yang masuk kesana, ada yang berpakaian sopan ada yang tidak,” katanya.

Diakuinya, Kota Metro memang membutuhkan invenstor yang menanamkan modal, baik itu di bidang infrastruktur, pendidikan, dan di bidang hiburan. Namun, para investor juga jika menanamkan modalnya harus mematuhi peraturan yang ada. Sehingga, tidak menimbulkan persoalan, baik di tingkat pemerintah maupun persoalan tingkat masyarakat yang menjadi obyeknya juga.

”Kita sebenarnya berterima kasih karena ada para investor yang menanamkan modalnya di Kota Metro. Kenapa? Karena memang Kota Metro ini membutuhkan investor di berbagai bidang, apakah di infrastruktur bidang pendidikan, ataukah di bidang hiburan. Oleh sebab itu, pertama yang perlu diperhatikan para investor itu bagaimana kebijakan-kebijakan di Kota Metro, termasuk adalah warga Kota Metro yang berinvestasi untuk mengembangkan usaha-usaha,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda