Tanggulangi Aksi Terorisme, Pasukan Operasi Khusus TNI dan RTAF Gelar Latihan Bersama

385
Tanggulangi Aksi Terorisme Pasukan Operasi Khusus TNI dan RTAF Latihan Bersama
Latma KRIS-1 Yang Diikuti Oleh Pasukan Kopassus, Denjaka, Korpaskhas, dan CTOC Royal Thai Armed Force. Foto: Dok. Puspen TNI

Sebatin.com, Bogor, Jawa Barat – Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., diwakili Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa selaku Komandan Latihan didampingi Director Of Special Operations Division Counter Terrorism Operations Center (CTOC) Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn, memimpin upacara pembukaan Latihan Bersama antara Pasukan Operasi Khusus TNI dengan Pasukan CTOC Royal Thai Armed Force (RTAF), dengan sandi KRIS-I 2016, bertempat di Lapangan Upacara Stand By Force, PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jum’at (11/11/2016).

Latihan yang terkait tentang permasalahan serius tentang kemanan terkait dengan aksi terorisme, hal ini juga langsung di amanatkan oleh Asosps Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A.

“Aksi ini telah menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi eksistensi sebuah Negara, dan upaya penyebaran ideologi mereka yang berorientasi kepada penanaman pengaruh terhadap para simpatisannya, perlu penanganan yang menyeluruh,” ujarAsosps Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A.

Dalam Latma KRIS-1, Alutsista yang dikerahkan meliputi 1 (satu) unit Helly Super Puma; Kendaraan Taktis diantaranya, 2 (dua) Bus Master; 3 (tiga) Kendaraan Hilux; 1 (satu) Kendaraan Tangga;  1 (satu) Kendaraan Penjinak Bahan Peledak;  3 (tiga) Unit Truk; 1 (satu) Unit Ambulance dan 3 (tiga) Unit Motor.  Jumlah pelaku yang terlibat sebanyak 87 orang, terdiri dari 44 Pasukan Anti Teror TNI  dan 43 Pasukan CTOC Royal Thai Armed Forces serta melibatkan 78 personel TNI sebagai pendukung.

Sedangkan Materail yang digunakan dalam Latma KRIS-1 diantaranya  Combat Shirt; Overall; Senjata MP-5, Shotgun, AX-338;  Amunisi Bahan Peledak; Alat Optik; Alat Komunikasi berupa Handy Talkie dan Repeater; Alat Perlengkapan  Fast Roping dan Rapelling; Peta (Ciawi 37/XVIII-A); GPS, Kompas dan Navigasi; serta alat perlengkapan perorangan lainnya.

Latma KRIS-1 2016 dengan tema “Penanggulangan Terorisme” akan dilaksanakan mulai tanggal 11 sd 18 November 2016, dan merupakan kali pertama bagi Pasukan Khusus TNI dan RTAF, dengan melibatkan unsur Pasukan Operasi Khusus TNI meliputi Satuan-81 Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satuan Bravo ‘90 Korpaskhas TNI AU, serta CTOC Royal Thai Armed Force.

(Rls Puspen TNI)

Tinggalkan Komentar Anda