Tanpa Papan Informasi, Proyek Jalan dan Jembatan FKPPI Habiskan 4,3 Miliar

278
Tanpa Papan Informasi, Proyek Jalan dan Jembatan FKPPI Habiskan 4,3 Miliar
Grafis: Arby Pratama - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Hasil pembangunan jalan dan jembatan yang berhubungan langsung kejalan FKPPI antara RW 05 dengan RW 07 Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan tampak tidak profesional. Pembangunan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2016 tersebut menghabiskan dana sebesar 4,3 Miliar.

Inilah hasil pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang merupakan akses alternatif tercepat dari kelurahan Tejosari dan Rejomulyo menuju SMA Negeri 6 Kota Metro. Kini akses tersebut memberikan banyak manfaat, terutama bagi para petani dan pelajar yang bersekolah di SMAN 6 tersebut.

Dari pantauan Sebatin.com di lapangan, nampak hasil pembangunan yang masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak rekanan tersebut terlihat tidak profesional. Pasalnya, selain banyak kejanggalan dan kurang rapihnya pembangunan, di awal proses pengerjaannya tidak disertai papan informasi pelaksanaan proyek, ditambah lagi dengan adanya portal di masing-masing ujung jalan yang baru dibangun, seolah menambah kesan ketidak tahanan kontruksi pembangunan bila dilintasi kendaraan roda empat.

Menanggapi hal tersebut kepala bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan tata ruang Kota Metro Sardi, S.T., M.M. menyatakan, bahwa benar saat ini pembangunan jalan dan jembatan tersebut masih dalam proses pemeliharaan rekanan dan terhitung hingga Mei 2017 mendatang.

“Sudah kita croscek beberapa kali ke lokasi. Oke fix sudah sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) pelaksanaan. Nilai sebesar itu tidak hanya untuk membangun jembatan saja, melainkan penimbunan tanah, pengerasan batu sabes dan pembangunan parit atau drainase. Memang hasilnya seperti itu, tahap pertama hanya dilakukan penimbunan dan pengerasan,” ungkapnya saat di wawancarai Sebatin.com di ruang kerjanya, Kamis (02/03/2017).

Tanpa Papan Informasi, Proyek Jalan dan Jembatan FKPPI Habiskan 4,3 Miliar 2
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Sardi, S.T., M.M. Saat diwawancarai Sebatin.com di ruang kerjanya, Kamis (02/03/2017). Foto: Arby – Sebatin.com

Sementara itu soal peningkatan jalan, Kabid Bina Marga ini mengatakan tahapan pembangunan berupa hotmix atau aspal tidak termasuk dalam RAB tersebut. Menurutnya pembangunan jalan dan jembatan tersebut sudah sesuai dengan gambar Juknis.

“Pembangunan hotmix atau aspal tidak masuk dalam RAB tersebut. Sesuai RAB pelaksanaan hanya seperti itu hasil pembangunannya. Dan itu juga sudah sesuai gambar juknis. Karena awalnya jalan tersebut seperti jurang dan banyak timbunan tanah, kalau langsung dilakukan hotmix dikhawatirkan akan ambles dan cepat rusak,” ucapnya.

Selain itu, terkait pemasangan portal di tiap penghujung jalan tersebut bukanlah Bina Marga. Menurutnya ide pemasangan portal tersebut agar tidak dilalui mobil bertonase besar sehingga tidak mudah rusak.

“Soal pembangunan beton portal itu bukan inisiatif bidang bina marga. Pihak rekanan juga tidak koordinasi saat akan melakukan pemasangan portal. Itu ide-ide mereka agar tidak dilalui mobil bertonase besar. Sebab masa pemeliharaan adalah masa rentan dan bila ambles masih tanggung jawab rekanan. Sebelum serah terima hasil pembangunan oleh rekanan kebidang bina marga akan kita tinjau kembali seperti apa hasilnya. Misal ada yang kurang pasti akan kita tegur segera melakukan perbaikan,” papar Sardi.

Tanpa Papan Informasi, Proyek Jalan dan Jembatan FKPPI Habiskan 4,3 Miliar 3
Murtono warga Kelurahan Rejomulyo saat diwawancarai Sebatin.com di pematang sawah jalan FKPPI, Kamis (02/03/2017). Foto: Arby – Sebatin.com

Sementara itu menurut warga setempat, keberadaan portal tersebut baru ada sekitar dua bulan terakhir, diperkirakan pemasangan portal tersebut agar mobil tidak melintasi jembatan. Warga juga mengharapkan agar pembangunan jalan tersebut cepat dikebut karena dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara sepeda motor.

“Kalo ada jalan ini sudah lama, tapi baru diperbaiki sekitar dua bulan ini, tadinya ya jalan sawah biasa, ya jalan tanah itu. Ini baru dikasih batu-batu sama dibuat drainase ini. Jadi pas jembatan ini jadi, langsung dikasih perboden. Ya kalo pengennya sih supaya cepat dihotmix, biar enak lewatnya, soalnya bahaya kalo anak-anak sekolah lewat, batu-batu ini kan licin,” kata Murtono warga Kelurahan Rejomulyo saat diwawancarai Sebatin.com dipematang sawah jalan FKPPI, Kamis (02/03/2017).

(Arby)

Tinggalkan Komentar Anda