Tega Jual Pacar, Oki Terancam Pidana 10 Tahun Penjara

712
Tega Jual Pacar, Oki Terancam Pidana 10 Tahun Penjara
Pelaku digiring petugas kepolisian. Foto: Arb-Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Fenomena menjual dan memperdagangkan manusia atau human trafficking seperti tidak asing didengar di telinga warga Indonesia. Beragam modus dilakukan para pelaku untuk memperdaya korbannya.

Dalam hal ini, Orang tua diharapkan dapat berperan penting dalam melakukan pengawasan terhadap buah hatinya, terutama memberikan pengetahuan tentang dampak dari media sosial.

Di Kota Metro, perdagangan perempuan yang tidak lain merupakan kekasihnya sendiri benar-benar terjadi. Oki Wira Yuda, warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara ini, nekad menjual kekasihnya sendiri dengan imbalan Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah).

Ironisnya, Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berstatus di bawah umur tersebut bukan saja dijajakan kepada lelaki hidung belang namun juga beberapa kali pernah ia setubuhi.

Kapolres Kota Metro, AKBP Rali Muskitta melalui Waka Polres Kota Metro Kompol Derry Agung Wijaya mengatakan, penangkapan Oki (25) berawal dari laporan orang tua korban tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Sehubungan dengan adanya laporan tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, yang berumur sekitar 14 tahun. Setelah mendapat laporan tersebut, Polsek Metro Utara bersama Tekab 308 Polres Metro. Melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku,” kata Derry saat press release di Mapolres setempat, Rabu (11/01/2017).

Tega Jual Pacar, Oki Terancam Pidana 10 Tahun Penjara 2
Polres Kota Metro melakukan pengungkapan kasus dugaan human trafficking, selasa (11/01/2017). Foto: Arb – Sebatin.com

Derry menjelaskan, dari hasil pemeriksaan aparat kepolisian, pelaku telah menyetubuhi korban lebih dari sekali, dan ironisnya saat ini korban mengalami trauma akibat juga dijual kepada rekan sang kekasih.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku telah menyetubuhi korban lebih dari satu kali. Dan yang lebih memprihatinkan lagi ternyata korban juga dijual kepada rekannya. Dan akibatnya saat ini korban megalami trauma. Dari hasil penyelidikan, tersangka juga menerima sejumlah uang dari yang menggunakan korban, sehingga ada unsur perdagangan ataupun unsur yang lain, saat ini Polres Metro dan Polsek Metro Utara masih melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Hingga kini pelaku masih melakukan pemeriksaan intensif terkait tarif penjualan yang dipasarkan tersangka.

“Dari pengakuan tersangka, tersangka mengakui bahwa menerima uang seratus ribu dan baru sekali, namun dari hasil penyelidikan kami, ada beberapa informasi yang berbeda bahwa korban sudah beberapa kali diberikan kepada temannya. Dan untuk masalah pembayaran saat ini masih dilakukan penyelidikan secara intensif,” paparnya.

Sementara ini, tersangka dikenakan Pasal 81 dan 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 dan pasal 76 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (Arb)

Tinggalkan Komentar Anda