Terkesan Kumuh, DPRD Metro Minta Lapak Liar Pasar Tejoagung Dibongkar

356
Terkesan Kumuh, DPRD Metro Minta Lapak Liar Pasar Tejoagung Dibongkar
Ketua Komisi III DPRD Kota Metro Hendri Susanto

Sebatin.com, Kota Metro – Dinilai membuat pasar terkesan menjadi kumuh, DPRD Kota Metro melalui Ketua Komisi III Hendri Susanto, mengusulkan agar lapak-lapak liar yang berada di sekitar Pasar Tejoagung Kecamatan Metro Timur untuk segera dibongkar.

“Terlebih, lapak-lapak yang sudah tak digunakan. Atapnya yang roboh. Jadi membuat kesan kumuh,” ujar Hendri, Selasa (17/01/2017).

Karenanya, ia meminta kepada Dinas Perdagangan untuk mengumpulkan pedagang serta memberikan sosialisasi untuk pembongkaran.

“Lapak tersebut didirikan di tanah milik Pemkot Metro tanpa izin. Harusnya Dinas Perdagangan dan Pasar harus mensosialisasikan pembongkaran lapak kepada para pedagang. Agar mereka membongkar sendiri”, tukasnya.

Menurutnya, lokasi tersebut sebenranya dapat dimanfaatkan untuk fasilitas lain. Seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) sehingga dapat memberikan kesan sejuk ataupun untuk areal parkir.

“Areal itu harus dikosongkan. Bagus lagi kalau dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau”, imbuhnya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Tejoagung, Mun’im memastikan akan mengumpulkan pedagang pemilik lapak untuk mensosialisasikan rencana pembongkaran lapak sebagaimana yang diusulkan Komisi III DPRD Kota Metro.

“Kami akan tindaklanjuti rencana pembongkaran lapak. Nanti kami akan mensosialisasikan kepada pedagang yang mendirikan lapak tersebut”, terangnya.

Diketahui, menjelang pemindahan pedagang kaki lima (PKL) dari seputaran Jalan KH Agus Salim dan KH Arsyad Kota Metro ke Pasar Tejoagung beberapa tahun silam, warga di sekitar Pasar Tejoagung berlomba-lomba membangun lapak di seputar Pasar Tejoagung, dengan harapan pedagang yang tidak tertampung di dalam bangunan induk, akan menempati lapak-lapak tersebut. Sayangnya, harapan pemilik lapak sirna, lantaran Pemkot Metro gagal memindahkan PKL dari seputaran Jalan KH Agus Salim dan Jalan KH Arsyad, sehingga lapak-lapak yang sudah dibangun pun mubazir. (Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda