Tersier Jebol, Para Petani di Metro Timur Terancam Tak Bisa “Nyawah”

656
Tersier Jebol, Para Petani di Metro Timur Terancam Tak Bisa “Nyawah”
Kondisi tersier yang jebol di RT 01 RW 01, Yosodadi, Metro Timur. Foto: Aan - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Baru setahun dibangun, tersier di areal persawahan RT 01 RW 01 Kelurahan Yosodadi, Metro Timur yang perbatasan dengan Kelurahan Yosomulyo, sudah jebol lantaran terkikis oleh air. Jebolnya saluran tersier ini mengakibatkan areal persawahan di sekitaran titik yang jebol mengalami kebanjiran.

Sunan, salah satu petani mengatakan, saluran tersier tersebut jebol sekitar enam bulan yang lalu. Menurutnya, ketika hujan turun atau debit air sedang naik ditambah lagi banyaknya sampah, mengakibatkan air meluap dan membanjiri sawah terdekat.

”Sekitar enam bulan yang lalu mas. Jadi kalau pas air naik atau hujan turun tidak bisa nyawah (mengolah sawah dari membajak hingga panen, red), karena air pada naik ke sawah. Belum lagi sampah-sampah juga ikut pada naik ke sawah,” katanya.

Tersier Jebol, Para Petani di Metro Timur Terancam Tak Bisa “Nyawah”
Sunan, salah seorang petani menunjukkan lokasi tersier yang jebol kepada Sebatin.com (04/12/2016). Foto: Aan – Sebatin.com

Ia berharap, kerusakan pada saluran tersier tersebut dapat segera diperbaiki. Sebab, jika tidak diperbaiki, para petani di sekitar titik jebol akan kesulitan untuk menanami sawahnya. Ditambah lagi, saluran tersier tersebut cukup vital bagi para petani.

”Ya kita para petani berharap segera dibenerin mas, karena itu cukup penting untuk para petani. Talud ini kan perbatasan antara areal persawahan Yosodadi dengan Yosomulyo jadi berakibat pada dua persawahan di dua kelurahan,” harapnya.

Tersier Jebol, Para Petani di Metro Timur Terancam Tak Bisa “Nyawah” 3
Kondisi tersier yang jebol dilihat dari lain sisi. Foto: Aan – Sebatin.com

Warga lainnya yang berada di lokasi menilai pengerjaan proyek tersebut asal jadi. Sebab, pembangunan talud model tidur harusnya dibuat tahanan di salah satu sisinya agar tidak jebol. Namun, dalam pembangunan talud tersebut langsung ditempel batu dan semen.

”Belum lama dibangun. La itukan belum lama sudah molet-molet kaya ular bangunannya. Itukan model drainase tidur jadi harus ada tahanan, bukan langsung ditempel-tempel saja. Memang dari awal pembangunannya sudah salah, jadi belum lama sudah rusak. Ya saya dari teknik dulu bekerja di Dinas PU Lampung Selatan makanya saya tau,” kata warga tersebut seraya berpesan agar namanya tidak dipublikasikan.

(Aan/Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda