Tiga Ratus Peserta Ikuti Munas XV Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri

105
Tiga-Ratus-Peserta-Ikuti-Munas-XV-Persatuan-Purnawirawan-dan-Warakawuri-TNI-dan-Polri
Suasana 300 peserta ikuti Munas XV Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri). Foto : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Sebatin.com, Jakarta Selatan – 300 peserta ikuti Munas XV Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) pada acara malam akrab Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Pepabri di ruang Balairung Kencana, Kartika Chandra, JakartaSelatan, Rabu malam (22/11/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa penegasan ini penting saya lakukan sebagai bentuk sikap seluruh prajurit TNI di samping juga wujud pewarisan nilai-nilai luhur sebagaimana diajarkan oleh para senior sekalian kepada para generasi penerus TNI, kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa TNI tidak akan pernah melupakan dan meninggalkan rekan seperjuangan terlebih para pahlawan.

“Kami ingin menegaskan bahwa TNI tidak akan meninggalkan dan melupakan rekan seperjuangan, terlebih para pahlawan pejuang dimanapun mereka berada dan bertugas,” tegasnya.

Disamping itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sekaligus mewakili seluruh prajurit TNI di seluruh tanah air menegaskan bahwa sampai kapanpun TNI akan setia kepada NKRI dan menjunjung tinggi Sumpah Prajurit.

“Bagi kami kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sendi utama yang melekat erat pada setiap jiwa dan raga prajurit TNI,” tegasnya.

Terkait pembebasan sandera terhadap warga masyarakat di Tembagapura Papua, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa TNI memberikan apresiasi kepada semua pihak termasuk Polri yang telah melakukan berbagai langkah-langkah untuk menyelesaikan penyanderaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Mengenai perkembangan kasus Helikopter AW-101, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa sesuai perintah Presiden RI agar kasus pengadaan Helikopter AW-101 yang diperkirakan merugikan negara sebesar 200 M tersebut harus diusut sampai tuntas. Kalau Presiden memerintahkan kepada Panglima TNI, kepala jadi kaki pun harus saya lakukan untuk berhasil, ujarnya.

“Saya sudah mengambil langkah-langkah bersama Angkatan Udara untuk melakukan investigasi dan bersama KPK memeriksa saksi-saksi, dari informasi inilah kita kembangkan. TNI dan Polri mengadakan penyelidikan dan penyidikan serta memanggil mantan Kasau untuk diminta keterangan sebagai saksi dan sudah akan datang,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

(Rls)
Editor : Husni Alholik

Tinggalkan Komentar Anda