Tingkatan Kemandirian Ekonomi dan Sosial Pada Buruh Migran, BP2MI Gelar Literasi Keuangan

13
Tingkatan Kemandirian Ekonomi dan Sosial Pada Buruh Migran, BP2MI Gelar Literasi Keuangan
Kegiatan Literasi keuangan dan investasi tabungan emas, di Hotel Raden Inten Syariah Lampung, Selasa (18/02/20).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Dalam dunia pekerjaan seringkali kita dihadapkan pada situasi maupun kondisi yang tidak menguntungkan. Terlebih selama bekerja, tidak sedikit para Pekerja Migran Indonesia (PMI)  yang kurang dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada.  Hal tersebut menjadikan setiap PMI akan terus berada diposisi bawah, dan tidak dapat mandiri secara ekonomi dan sosial.

Guna meningkatkan kemampuan calon PMI dalam hal pengelolaan keuangan dan memiliki investasi yang aman dan terpercaya, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
(BP3TKI) Lampung bekerjasama dengan PT. Pegadaian (Persero) menggelar kegiatan Literasi keuangan dan investasi tabungan emas, di Hotel Raden Inten Syariah Lampung, Selasa (18/02/20).

Kepala BP3TKI Lampung, Ahmad Salabi dalam penyampaiannya mengungkapkan pentingnya meningkatkan edukasi atau literasi keuangan dan pengenalan terhadap produk-produk  Lembaga Keuangan. “Pengenalan akan produk perbankan akan membuat dampak positif dan membawa dampak kemandirian secara ekonomi bagi PMI dan keluarganya,” imbuhnya.

Sesuai data dari ILO Tahun 2016, papar Salabi, pendapatan PMI selama ini dialokasikan untuk beberapa kebutuhan, diantaranya 36 persen untuk bayar hutang, 26 persen untuk kebutuhan konsumsi,  22 persen untuk kebutuhan pendidikan, 8 persen untuk kebutuhan rumah dan 6 persen untuk investasi atau menabung. “Dari semua kebutuhan yang ada dan yang paling membawa dampak positif atau produktif adalah investasi atau menabung,” ujarnya.

“Pemerintah sangat mengharapkan PMI yang bekerja di luar negeri akan memperoleh penghasilan yang dapat dijadikan modal usaha, yang nantinya akan menopang masa depan PMI dan keluarganya,” pungkas Salabi.

Dalam acara itu, sebanyak 100 orang calon PMI ikut hadir menjadi peserta, yang diantaranya berasal dari LPK Pusaka Mulia Insani Lampung. Turut hadir pula Asisten Manager Penjualan PT. Pegadaian Lampung, Hendra Pahlevi yang menyampaikan materi tentang investasi tabungan emas.

Selain mengadakan di Provinsi Lampung, kegiatan ini juga rencananya akan diadakan di 18 (delapan belas) provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Bali, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat,dan DKI Jakarta. (rls)

Tinggalkan Komentar Anda