Tinjau Kondisi Ruas Jalan, Bupati Mesuji Hentikan Kendaraan Fuso Over Tonase

36
Tinjau-Kondisi-Ruas-Jalan,-Bupati-Mesuji-Hentikan-Kendaraan-Fuso-Over-Tonase
Bupati Kabupaten Mesuji, Khamami didampingi jajaran Dinas Perhubungan kabupaten setempat, saat meninjau ruas jalan di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjungraya, Rabu (30/05/2018).

Sebatin.com, Mesuji – Bupati Kabupaten Mesuji, Khamami didampingi jajaran dan staf Dinas Perhubungan Mesuji, secara langsung meninjau kondisi beberapa jalan yang ada di wilayah kabupaten setempat, Rabu (30/05/2018).

Dalam tinjauannya, Bupati Khamami sempat menghentikan laju kendaraan jenis Fuso bermuatan kelapa sawit, yang melintas di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjungraya.

Menurutnya, kendaraan yang melaju di ruas jalan milik pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji tersebut memiliki muatan yang sudah melebihi tonase. “Jalan ini khusus jalan kelas 3C, batas kapasitas muatan yang menjadi ketetapan, maksimal sebanyak 8 ton”, terangnya kepada supir kendaraan jenis Fuso tersebut.

“Di sini, kendaraan yang bermuatan melebihi kapasitas yang sudah ditetapkan, dilarang melintas”, tegas Bupati Khamami di lokasi kejadian.

Sementara itu, pengendara kendaraan jenis Fuso bermuatan sawit, Habib, mengaku tidak mengetahui bahwa ruas jalan milik Pemkab Mesuji tersebut memiliki peraturan terkait batas maksimal muatan. “Nah, baru tahu saya Pak. Gimana ya ?, saya sudah biasa kok melintas di sini”, akunya.

Menindaklanjuti sikap tegas Bupati Khamami, terkait peristiwa tersebut, petugas Dinas Perhubungan Mesuji akhirnya melanjutkan dengan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap kelayakan kendaraan tersebut.” Kita tilang, karena selain kelebihan muatan, ternyata KIR nya juga mati”, terang Kadis Perhubungan Mesuji, Widada.

“Pemberlakuan batas maksimum muatan ini berdasarkan Pasal 19 UU no 22 tahun 2009, tentang pengelompokan kelas jalan. Dan khusus jalan Kelas 3, spesifikasi ukuran kendaraan antara lain lebar 2100 mm, panjang 9000 mm, dan tinggi 3500 mm. kemudian muatan sumbu terberat maksimal 8 ton”, jelasnya.

“Jika melanggar, sesuai Pasal 274, sangsinya yaitu denda paling banyak 24 juta rupiah, atau kurungan paling lama satu (1) tahun”, pungkasnya.

(Roby)

Tinggalkan Komentar Anda