Tinjau Kualitas Tenaga Kerja, Menaker Kunjungi BLK Kota Metro

544
Tinjau Kualitas Tenaga Kerja, Menakertrans Kunjungi BLK Kota Metro
Menaker RI, Muhhamad Hanif Dhakiri Saat Mengunjungi BLK Kota Metro. Foto: Nell - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengunjungi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Metro Jumat (11/11/2016). Kunjungan tersebut untuk melihat kualitas BLK yang ada di daerah untuk meningkatkan kualitas BLK disetiap daerah.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Metro Acmad Pairin, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung Dra. Sumiarti, Kepala BLK Kota Metro Tri Retno Palupi.

Menaker menjelaskan, kunjungannya tersebut untuk memastikan bahwa BLK-BLK yang ada di daerah bisa melakukan klasifikasi untuk pelatihan kerja. Terutama bagi masyarakat yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP).

Menurutnya, memang masih banyak terjadi permasalahan di BLK, seperti keterbatasan peralatan, keterbatasan jumlah program pelatihaan, dan standar kompetensi yang belum mengikuti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Karenanya, secara bertahap pemerintah pusat akan berupaya untuk meningkatkan kualitas BLK.

”Secara bertahap akan kita perbaiki. Nanti pemerintah pusat juga akan melakukan koordinasi dengan provinsi maupun kebupaten/kota dalam rangka memastikan peran BLK dalam meningkatkan daya saing dalam masyarakat supaya lebih baik,” katanya.

Kata dia, tidak masalah jika siswa di BLK itu lulusan dari SMA. Pasalnya, anak-anak yang lulusan SMA belum tentu mempunyai keterampilan. Untuk itulah kenapa siswa lulusan SMA bisa masuk BLK. Ditambah lagi, angka pengangguran di Indonesia meningkat persentasenya, jadi yang lulusan smk/sma, lulusan perguruan tinggi justru malah lebih banyak.

Saat ini, lanjut Menaker, masyarakat tanpa peduli umur, kedudukan bisa mendapatkan tes untuk bisa mengikuti pelatihan ke BLK. Dimana sebelumnya, peraturan yang mengatur bahwa yang bisa mendapatkan pelatihan di BLK hanya boleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah dihapus.

”Kalau dulu memang ada batasan ya, dulu hanya boleh kalau lulusan sma saja sekarang saya hapus peraturan itu. Jadi sekarang ini siapa saja tanpa peduli kedudukan tanpa peduli umur selama mereka umurnya 16 keatas atau yang siap kerja, mereka bisa mendapatkan tes untuk bisa ikut pelatihan di BLK karena itu memang manjadi sasaran utama dari BLK,” lanjutnya.

Oleh karena itu, akses masyarakat lulusan SMA kebawah bisa masuk BLK. Namun, jumlah BLK kurang, dan terkadang kualitas BLK yang kurang masih menjadi permasalahan.

”Nah ini yang akan secara bertahap dan bersama-sama akan kita benahi baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota,” imbuhnya.

(Ndra)

Tinggalkan Komentar Anda