TNI dan DPPK Kota Metro Dukung Peningkatan Ketahanan Pangan

390
TNI dan DPPK Kota Metro Dukung Peningkatan Ketahanan Pangan
Sosialisasi peningkatan Padi Jagung kedelai (Pajale) di BP3K Metro Pusat, Kamis (17-11-2016). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro, Lampung – Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Kota Metro, pihak TNI khususnya Komando Rayon Militer (Koramil) di Kota Metro berjanji akan terus melakukan pendampingan, pengawalan, dan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk, terutama pupuk bersubsidi.

Hal itu dikatakan Danramil Metro Kapten Inf. Jenerwanto usai kegiatan sosialisasi peningkatan Padi Jagung kedelai (Pajale) di BP3K Metro Pusat, Kamis (17/11/2016). Kata dia, peningkatan ketahanan pangan ini adalah program pemerintah yang diawali dengan MOU petinggi Angkatan Darat dan Menteri Pertanian. Sehingga, di tingkat komando bawah terutama Koramil juga melaksanakan peningkatan ketahanan pangan ini, khususnya Pajale di Kota Metro.

“Jadi apa yang menjadi kesulitan petani di bawah, akan kita bantu dan dukung. Kita ada pendampingan penanaman padi, pengawalan pupuk dari satu tempat ke tempat lain, dan pengawasan apakah pupuk ini tepat sasaran kepada petani, terutama untuk pupuk subsidi yang memang diarahkan kepada petani,” katanya.

Jika ada penyelewengan terkait pupuk, lanjutnya, akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.

“Program ini melibatkan seluruh personil dalam rangka peningkatan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kota Metro Ir. Yeri Ehwan, M.T. menjelaskan, bahwa evaluasi pelaksanaan tanam di 2016 dan 2017 sudah dilakukan. Terutama wilayah Metro Pusat yang secara prinsip tidak berbeda jauh pada tahun lalu.

”Namun kita meningkatkan pengawalan dan pendampingan secara intensif, bahkan melibatkan TNI. Mulai dari persiapan tanam, gropyokan tikus, dan pembersihan saluran tersier, termasuk mobilisasi elsintan untuk pengolahan lahan juga distribusi air melalui pintu air,” paparnya.

Tahun ini, ia merekomendasikan sistem tanam jajar legowo 21 dengan jarak 20 cm kepada para petani, sebab dengan sistem ini telah terbukti hasil produksinya tinggi.

“Sistem ini dianjurkan agar mampu menyerap sinar matahari, dan rawatannya semakin mudah. Sebelumnya sistem yang digunakan petani adalah tehel petak 20 x 20 cm. Kota Metro targetkan 28.733 Ton GKG untuk tahun ini,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda