Tolak Reuni 212, Haedar Nashir Sebut Bukan Kebiasaan Muhammadiyah

465
Imam Besar Gerakan Aksi 212, Habib Rizieq Shihab. Foto : Istimewa

Sebatin.com, Jakarta – Alumni gerakan 212 berencana akan menggelar reuni akbar di kawasan Monas, Jakarta pada tanggal 2 desember mendatang. Akan tetapi, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir secara tegas tidak ikut acara tersebut.

Haedar Nashir mengatakan, aksi 212 lahir saat ada gerakan untuk mengawal kasus Basuki Tjahya Purnama (Ahok) terkait penistaan Agama. Menurutnya, Indonesia saat ini lebih membutuhkan gerakan yang bersifat produktif, seperti gerakan gotong-royong dalam keberagaman.

“Muhammadiyah tidak akan melakukan kegiatan seperti itu (Demo), kita lebih baik Produktif,” ujarnya kepada wartawan di Aula PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (24/1).

Haedar menegaskan, demo bukan merupakan kegiatan yang menjadi kebiasaan dari Muhammadiyah. Ia justru memilih untuk reuni 17/08/1945 atau hari Kemerdekaan Indonesia. Karena, hal itu dinilai lebih bermanfaat kepada masyarakat dengan kembali membangkitkan semangat kemerdekaan.

“Kami (Muhammadiyah) tidak akan bereuni, lebih baik kita reuni 17/8/1945, itu jauh lebih bagus,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya dari berbagai media, alumni 212 akan menggelar Kongres sekaligus Reuni Akbar pada tanggal 2 Desember. Hal itu disampaikan oleh ketua panitia, Bernard Abdul Jabbar saat menggelar jumpa pers  di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Minggu (26/11). Acara tersebut digelar karena amanah dari Imam Besar mereka, Habib Rizieq Shihab.

“Agenda besar sebagaimana amanah dari imam besar Habib Rizieq membuat Kongres Nasional sebagai ajang reuni dan silaturahmi gerakan 212. Milad 212 yang akan dimulai dengan kongres, Maulid Nabi dan reuni akbar yang akan menjadi puncak acara pada 2 Desember 2017,” kata Bernard.

Selain itu, acara tersebut untuk merespon terhadap sosial, politik, serta hukum di Indonesia. Rencananya, reuni akbar ini akan dimulai dengan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal, dan akan berakhir pada jam 11 siang.

Reporter : Addarori Ibnu Wardi
Digali dari berbagai sumber.

Tinggalkan Komentar Anda