Uluran Tangan Herman HN Adalah Harapan Bagi Warga Perumahan Ini

207
Uluran Tangan Herman HN Adalah Harapan Bagi Warga Perumahan Ini
Banjir yang melanda kawasan perumahan Melana Residance 5 yang terletak di Jl. Nusantara 7, Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Foto: Ist

Sebatin.com, Bandar Lampung – Warga perumahan Melana Residance 5 yang terletak di Jl. Nusantara 7, Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, sangat berharap Drs. H. Herman HN, M.M. selaku Wali Kota Bandar Lampung mau memperhatikan kondisi pemukiman mereka.

Pasalnya, setiap hujan datang, lokasi tempat tinggal mereka pasti terendam banjir. Seperti yang terjadi pada Minggu malam (26/3/2017) lalu, akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan banjir hingga mencapai pinggang orang dewasa.

Bahri, salah satu warga menuturkan banjir terjadi karena tidak adanya saluran pembuangan air. Tidak adanya saluran pembuangan tersebut menurutnya, karena pihak Pengembang Perumahan Pujangga Alam yang tepat bersebelahan dengan pemukiman mereka tidak mengizinkan adanya saluran air yang melalui wilayah perumahan tersebut.

“Lokasi rumah kami kan lebih tinggi dari perumahan Pujangga Alam, jadi kalau dibuatkan saluran pembuangan air tentu harus melewati perumahan tersebut. Nah, pihak pengembangnya berkali-kali ditemui, kekeuh tidak mengizinkan dibuatkan saluran air melalui perumahan mereka, makanya tiap hujan datang tempat kami pasti banjir,” terang Bahri.

Bahri mengatakan pihaknya sudah melaporkan masalah tersebut ke kelurahan dan juga kecamatan. Dari pihak kecamatan sudah dilakukan pemeriksaan, namun hingga kini belum ada tindakan.

Uluran Tangan Herman HN Adalah Harapan Bagi Warga Perumahan Ini 2
Banjir yang melanda warga perumahan Melana Residance 5 akibat turunnya hujan pada Minggu malam (26/3/2017) lalu. Foto: Ist

Oleh karena itu, ia bersama warga lainnya sangat mengharapkan bantuan dari Wali Kota kebanggaan mereka Herman HN, untuk dapat memberikan solusi terbaik, sehingga pihak pengembang perumahan Pujangga Alam mengizinkan pembuatan saluran pembuangan air melalui perumahan tersebut.

“Sebab jika tidak segera dibuatkan, maka sewaktu-waktu justru dapat membahayakan warga perumahan itu sendiri, karena lokasinya yang lebih rendah,” ungkapnya.

Masih kata dia, kendati saat ini banjir sudah surut namun kerugian yang mereka alami cukup banyak. Beberapa perabot rumah tangga mereka rusak, bahkan ada dinding rumah salah satu warga yang roboh karena diterjang derasnya air. (Arby/Rls/Red)

Tinggalkan Komentar Anda