UN Dihapuskan, Lalu Dengan Apa Siswa Diuji ?

611
UN Dihapuskan, Lalu Dengan Apa Siswa Diuji ?
(Ilustrasi)

Sebatin.com, Jakarta – Wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) memang sudah menjadi perbincangan sejak lama. Karena UN hanya dianggap menjadi momok bagi siswa-siswi dalam menghadapi kelulusan sekolah baik di tingkat dasar, menengah maupun atas. Momok inilah yang menyebabkan beberapa siswa/i untuk menjadi curang guna berhasil melawati UN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah melaporkan tentang kebijakan panghapusan UN kepada Presiden RI, Joko Widodo. Namun menurut Jokowi hal ini masih perlu dibahas lebih lanjut dalam rapat kabinet terbatas.

Dilain sisi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sangat mendukung dengan adanya kebijakan penghapusan UN, hal ini diutarakan langsung oleh Unifah Rosyidi selaku ketua umum PGRI.

“Kita mendukung, akan tetapi dalam setiap daerah harus dibuat rumusan standarisasi dan itu tidak bisa sama (di setiap daerahnya). Kami (PGRI) siap membantu untuk merumuskan standarisasi yang bukan ditetapkan dari gurunya dan pemerintah daerah,” Ungkap Unifah Rosyidi dalam wawancara kepada kompas tv,Senin(28/11/2016).

Disadur dari tribunnews, Mendikbud tampaknya sejalan dengan Ketua umum PGRI. Muhadjir mengatakan meskipun UN dihapuskan pada 2017, nanti penilaian akan diserahkan kepada pelaksanaan ujian kelulusan pemerintah daerah.

“Ujian akhir siswa SMA dan SMK sederajat akan diserahkan kepada pemerintah provinsi, sementara ujian akhir pada tingkat SMP dan SD akan diserahkan kepada pemerintah kota dan kabupaten,”ungkap Mendikbud.

(kompas.tv/tribunnews)

Tinggalkan Komentar Anda