Untuk Tingkatkan Profesional Tenaga Pendidik, UPTD Pendidikan Pekalongan Gelar Workshop

196
Untuk--Tingkatkan-Profesional-Tenaga--Pendidik,-UPTD-Pendidikan-Pekalongan-Gelar-Workshop-01
Seluruh Kepsek se-Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur menghadiri kegiatan workshop. Foto : Pur Sebatin.com

Sebatin.com, Lampung Timur – UPTD Pendidikan Pekalongan Lampung Timur menggelar Workshop, guna meningkatkan kinerja tenaga pendidik agar menjadi profesional demi tercapainya visi Pendidikan.

Drs. Sutrino Kepala UPTD Pendidikan pekalongan, mengatakan bahwa profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang dewan guru. Hal ini dikarenakan guru merupakan tenaga profesional yang mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan, yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif,’ kata Sutrino Kepada Sebatin.com, Selasa (19-09-2017).

Lanjutnya, salah satu bentuk aktualisasi tugas guru sebagai tenaga profesional adalah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang Undang No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar Nasional pendidikan. Undang-undang dan peraturan pemerintah ini diharapkan dapat memfasilitasi guru untuk selalu mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan.

Dari hasil diskusi para peserta workshop sepakat bahwa perlu diciptakannya budaya positif di lingkungan sekolah, sebagai upaya pencegahan perilaku kekerasan, pada workshop ini berbagi tentang beberapa metode yang digunakan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan meningkatkan profisional guru dalam mendidik siswa-siswinya di sekolah, ujarnya.

“Profesional guru sering dikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi guru, sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru, ketiga faktor tersebut merupakan latar yang disinyalir berkaitan erat dengan kualitas pendidikan. Guru profesional yang dibuktikan dengan kompetensi yang dimilikinya akan mendorong terwujudnya proses dan produk kinerja yang dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan,” Kata Sutrisno.

Guru kompeten dapat dibuktikan dengan perolehan sertifikasi guru berikut tunjangan profesi yang memadai menurut ukuran Indonesia. Sekarang ini, terdapat sejumlah guru yang telah tersertifikasi, akan tersertifikasi, telah memperoleh tunjangan profesi. Fakta dewan guru telah tersertifikasi merupakan dasar asumsi yang kuat, bahwa guru telah memiliki kompetensi, dan kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yakni kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

Untuk--Tingkatkan-Profesional-Tenaga--Pendidik,-UPTD-Pendidikan-Pekalongan-Gelar-Workshop-02
Kepala UPTD Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur, Drs. Sutrisno foto bersama jajaran Polsek Pekalongan dan pengurus Ketua PWI Lamtim. Foto : Pur Sebatin.com

Dalam pelaksanaan workshop berkelanjutan ini diharapkan, dapat meningkatkan kompetensi, profesional, sosial dan kepribadian untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masa depan yang berkaitan dengan profesinya sebagai guru. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan salah satu unsur utama yang diberikan angka kredit untuk kenaikan pangkat atau jabatan fungsional guru.

Pelaksanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan, dapat menciptakan guru profesional, bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang luas, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang. Dengan demikian, guru mampu menumbuhkembangkan minat dan bakat peserta didik sesuai dengan bidangnya dalam menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Sehingga guru mampu mengikuti perkembangan ilmu dalam bidangnya dan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki peserta didik. Setiap kinerjanya harus dapat dipertanggung jawabkan, baik secara publik maupun akademik. Untuk dewan guru harus dapat memiliki landasan teoretik atau keilmuan yang mapan dalam melaksanakan tugas mengajar maupun membimbing peserta didik, kata Sutrino.

(Pur)
Editor : Holik

Tinggalkan Komentar Anda