Wakil Wali Kota Metro: Rumah Kost yang Menjadi Tempat Prostitusi Akan Kita Tutup

826
Wakil Wali Kota Metro: Rumah Kost yang Menjadi Tempat Prostitusi Akan Kita Tutup
Wakil Wali Kota Metro Djohan saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (22/12/2016). Foto: Aan - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Bagi Rumah kost dan tempat hiburan yang kedapatan menjadi tempat prostitusi, akan ditutup. Bahkan, pemilik tempat kost yang menjadi tempat prostitusi juga bisa dikenakan proses hukum.

Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Metro Djohan usai membuka kegiatan penyuluhan pencegahan berkembangnya praktek prostitusi di Kota Metro, Kamis (22/12/2016) di LEC Kartikatama.

Wakil Wali Kota Metro: Rumah Kost yang Menjadi Tempat Prostitusi Akan Kita Tutup 3
Penyuluhan Pencegahan Berkembangnya Praktek Prostitusi Di Kota Metro tahun 2016 di LEC Kartikatama, Kamis (22/12/2016). Foto: Aan – Sebatin.com

“Rumah kost yang menjadi tempat prostitusi akan kita tutup. Dan pemiliknya bisa diproses hukum karena ada aturannya. Bagi para pelaku juga akan kita panggil orang tuanya,” tegas Djohan.

Jika ada laporan dari masyarakat, terang Djohan, instansi-instansi terkait akan langsung turun untuk melihat rumah kost tersebut, benar digunakan sebagai tempat prostitusi atau tidak.

“Harus dipastikan dulu benar atau tidak. Karena ini membutuhkan bukti yang konkrit. Kalau setelah ditinjau dan ternyata benar, akan langsung kita tindak,” terusnya.

Ia juga mengimbau, seluruh masyarakat di Kota Metro untuk menjauhi tindak prostitusi. Pasalnya, prostitusi biasanya juga menjurus pada narkoba, miras, dan lainnya.

“Karena tidak mungkin orang melakukan itu dengan kondisi sadar,” imbaunya.

Djohan berharap, sosialisasi prostitusi tersebut bisa terus dilakukan, mengingat prostitusi sangat berbahaya dan harus dicegah.

“Arahan larangan prostitusi ini untuk semua masyarakat. Bukan untuk rumah kost saja. Termasuk juga orang luar juga yang tinggal di Metro. Ayo sama-sama kita menjaga agar Kota Metro ini bersih dari prostitusi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deddy Fryady Ramli menjelaskan, bahwa sosialisasi prostitusi ini baru pertama kali dilakukan. Dengan diadakannya sosialisasi ini, adalah sebagai tindakan pencegahan, yang mana hal itu sesuai dengan tupoksi Kesbangpol sebagai pencegah dan deteksi dini.

“Sebenarnya banyak kegiatan yang sudah dilakukan Kesbangpol, seperti penyuluhan narkoba, kenakalan remaja, radikalisme. Cuma untuk yang ini memang pertama kali. Makanya kita lakukan pencegahan agar tidak menyebar,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Metro: Rumah Kost yang Menjadi Tempat Prostitusi Akan Kita Tutup 2
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deddy Fryady Ramli ketika memberikan keterangan pers, Kamis (22/12/2016). Foto: Aan – Sebatin.com

Diakuinya, Kota Metro belum sepenuhnya bersih dari tindak prostitusi dan ada beberapa titik yang dicurigai menjadi tempat prostitusi.

“Tetapi kita perlu pembuktian, dan untuk membuktikan itu susah. Ya seperti kata Pak Wakil Wali Kota Metro tadi, kalau ingin steril ya tidak cuma kita, sama-samalah untuk mencegah agar tidak menyebar,” paparnya.

Deddy menambahkan, dilakukannya sosialisasi ini juga untuk megetahui apa saja bahaya prostitusi bagi kesehatan. Sementara itu, mengenai sanksi hukumnya, Deddy masih akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Untuk masalah hukum dan sanksi hukumnya nanti kita lihat pengalaman Sat Pol PP, kalau memang Perdanya mau ditajamkan lagi, ya nanti kita lihat,” tutup Deddy.

(Hendra/Aan).

Tinggalkan Komentar Anda