Wakil Walikota Djohan Mengapresiasi Program Bagi Sembako Oleh LPM Barokah Yosomulyo

199
Momen foto bersama Wakil Walikota Djohan dan LKM Barokah Yosomulyo, saat usai membagikan 311 paket sembako di Kel. Yosomulyo Kec. Metro Pusat. Foto : Sebatin.com.
Momen foto bersama Wakil Walikota Djohan dan LKM Barokah Yosomulyo, saat usai membagikan 311 paket sembako di Kel. Yosomulyo Kec. Metro Pusat. Foto : Sebatin.com.

Sebatin.com, Kota Metro – Wakil Walikota Metro Djohan membagikan paket sembako kepada pra sejahtera Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat. Sembako yang berjumlah 311 paket tersebut, merupakan program dari Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Barokah Yosomulyo, kemudian untuk pembelian sembako tersebut berasal dari dana investasi yang dikembalikan dari para peminjam.

Wakil Walikota Djohan sangat mengapresiasi kegiatan pembagian sembako dan ia menilai apa yang dilakukan LKM tersebut sangat baik, hal ini membuktikan bahwa LKM tersebut peduli terhadap warga di kelurahan tersebut. Kemudian kegiatan tersebut selalu dapat dilakukan dan juga diharapkan agar diikuti oleh organisasi-organisasi lainnya.

“Atas nama Pemerintah dan pribadi, saya menyambut baik pembagian sembako ini. Karena ini membuktikan bahwa mereka peduli terhadap masyarakat, Bahkan mereka membaginya rata per RT, juga saya harapkan kalau bisa kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh organisasi lain, bahkan dari pemerintah. Kalau bisa ini menjadi contoh. Inikan kalau diuangkan paketnya bisa 30 juta lebih. Kalau dimakan sama anggota sebenarnya masyarakat tidak tahu. Tapi ini niat baik mereka membagikan dalam bentuk sembako,” kata Djohan. Senin (28/8/2017).

Kemudian ditambahkan oleh Koordinator LKM Barokah Yosomulyo, Samingan M. Haris menjelaskan, bahwa yang menjadi sasaran utama adalah masyarakat pra sejahtera dan hal ini khusus bagi warga masyarakat Yosomulyo, dari 44 RT diambil 7 – 8 orang.

“Kegiatan ini yang ke dua kalinya, tahap pertama hanya 111 paket yang bisa bagikan. Saat ini, seluruh paket yang kami bagikan kepada masyarakat ini jika diuangkan mencapai Rp30,870 juta. Kedepan jika Unit Pengelola Keuangan (UPK) jalan pasti masih ada. Hal ini bersumber dari awal berupa bantuan dari Pemerintah Pusat yang kemudian kami gulirkan dan berjalan hingga sekarang. Kami lakukan ini agar masyarakat tahu bahwa kami masih tetap berjalan,” ucapnya.

Lanjut Samingan, warga masyarakat yang akan dibagikan sembako adalah per RT dan yang mencari warga yang akan dibagikan sembako yakni ketua RTnya.

“ini untuk menghindari kalau ada saudara anggota LKM yang tidak pra sejahtera dimasukkan disini. Jadi yang mendata itu langsung dari ketua RT masing-masing. Jadi LKM inikan dulunya PNPM. Nah dulu kan kita dapat bantuan dana untuk investasi. Itukan dulu investasinya diberikan kepada warga yang mampu, sedangkan sekarang tidak boleh lagi. Makanya kita ambil terus kita gulirkan untuk pembagian sembako ini,” ringkasnya.

(S02)

Tinggalkan Komentar Anda