Walau Tidak Memiliki KIP, SMA Negeri 5 Metro Gratiskan 211 Siswa Miskin

211
Walau--Tidak-Memiliki-KIP,-SMAN-5-Metro-Gratiskan-211-Siswa-Miskin01
Kepala SMA Negeri 5 Metro, Hi. Suparni Hadi, S.Pd., M.Pd. Foto : Pur sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Metro menerima sedikitnya 211 (dua ratus sebelas,red) siswa Program Bina Lingkungan (Biling) warga sekitar yang kurang mampu. Mirisnya, peserta didik yang kurang mampu tidak memiliki bukti Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kepala SMA Negeri 5 Metro, Hi. Suparni Hadi, SPd, MPd mengatakan terus memperbaiki mutu pendidikan dan memberikan perhatian lebih kepada peserta didik dengan membebaskan seluruh biaya sekolah bagi warga kurang mampu (miskin). Namun masih ada masalah serius perlu di hadapi, yaitu siswa-siswi yang benar-benar kurang mampu justru tidak memiliki bukti kartu tidak mampu/ Kartu Indonesia Pintar (KIP). Walau demikian, pihaknya mengajukan ke Pemeritahan Provinsi Lampung melalui surat keterangan tidak mampu dari Kelurahan, kata Suparni Hadi kepada Sebatin.com, Selasa 24/10/2017 di ruang kerjanya.

Lanjut Suparni Hadi menambahkan, tidak ingin ada lagi peserta didik SMA Negeri 5 Metro putus sekolah diakibatkan karena orang tua tidak mampu membiayai anaknya. Maka pembebasan biaya sekolah tersebut, sebagai solusi untuk membantu orang tua. Walaupun kendala yang dihadapi, namun pihak sekolah terus mencari trobosan/solusi, seperti melalui komite sekolah mengumpulkan wali murid yang mampu untuk membantu secara sukarela untuk menunjang kualitas pendidikan.

Walau--Tidak-Memiliki-KIP,-SMAN-5-Metro-Gratiskan-211-Siswa-Miskin02
Kepala SMA Negeri 5 Metro, Hi. Suparni Hadi, SPd, MPd bersama jajarannya. Foto : Pur sebatin.com

Diharapkan, tidak hanya Pemerintahan Provinsi Lampung yang dapat membantu, namun Wali Kota Metro, Hi. Ahmad Pairin, S.Sos juga dapat membantu pembiayaan bagi peserta didik kurang mampu. Sebab, sekolah ini berada di Kota Metro dan peserta didik jangan sampai putus sekolah di usia dini kasihan masa depan mereka, ujarnya.

Suparni Hadi menuturkan, pelaksanaan sekolah gratis menjadikan para siswa tenang dalam belajar, karena tidak memikirkan biaya. Para siswa juga lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti drumband, paskibra, pramuka, olahraga, seni budaya dan lain sebagianya. Mereka bisa bebas menyalurkan minat dan hobinya karena semuanya tanpa biaya.

Suparni Hadi berharap, agar prestasi akademik maupun non-akademik siswa maupun lulusan sekolah ini terus meningkat dan membanggakan orang tua maupun sekolah, termasuk lulusannya yang dapat melanjutkan kuliah terbaik di dalam maupun luar negeri.

“Kami mendorong sekolah untuk terus memacu diri, meningkatkan kualitas pembelajaran, memacu profesionalisme guru, melengkapi fasilitas belajar mengajar, dan memotivasi siswa meraih prestasi akademik maupun non-akademik pada berbagai bidang agar dapat mengharumkan nama sekolah dan daerah ini,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa untuk mencapai semua itu, perlu dukungan pemerintah dan masyarakat maupun para lulusan (alumni) serta pihak lain termasuk kalangan dunia usaha. Dukungan itu, kata Suparni Hadi lagi, sangat diperlukan agar makin memajukan SMA Negeri 5 Metro dapat meraih prestasi terbaik dan makin maju ke depan mewujudkan visi dan misinya.

“Apalagi untuk pembiayaan proses belajar mengajar yang semakin berkualitas tidak mungkin hanya mengandalkan dari pemerintah maupun orang tua siswa semata, perlu keterlibatan para alumni, kalangan swasta dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya, agar dapat terpenuhi semua kebutuhan sekolah dengan baik,” harap Suparni.

(Pur/Red)

Tinggalkan Komentar Anda