Wali Kota Metro Bersama Bendahara PMI Akan Bantu Pengobatan Cicih

405
Wali Kota Metro Bersama Bendahara PMI Akan Bantu Pengobatan Cicih
Wali Kota Metro Achmad Pairin foto bersama pengurus PMI Kota Metro, Senin (08/05/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Wali Kota Metro Achmad Pairin akan membantu pengobatan Cicih penderita tuna netra warga RT 43/RW 11, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara.

Pairin menjelaskan, bantuan untuk pengobatan Cicih tersebut diberikan atas nama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) dan Tismayeti yang juga bendahara pengurus PMI Kota Metro. Meskipun bantuan tersebut diberikan atas nama PMI, namun dana yang digunakan untuk membantu Cicih merupakan dana pribadi.

“Jadi saya dan buk Titis (bendahara pengurus PMI, red) sepakat kalau penderita tuna netra tersebut masih bisa diobati akan kami bantu. Jadi ini atas nama gerakan PMI. Jadi nanti ketua PMI dan bendahara. Tidak usah menggunakan dana PMI, tidak usah menggunakan dana APBD Insya Allah ini dari bu Titis dan saya. Jadi kami akan menyisihkan sebagian rezeki kami berdua untuk membantu pengobatan warga penderita tuna netra tadi sebatas masih bisa diobati,” terang A. Pairin usai menghadiri Baksos PMI Metro memperingati HUT PMI dan Bulan Sabit Merah Internasional di Aula Kelurahan Karangrejo, Senin (08/05/2017).

Selain itu, Pairin juga meminta Kepala Puskesmas Karangrejo untuk memantau apa yang sudah diprogramkannya bersama bendahara pengurus PMI, yaitu dengan memeriksakan Cicih ke dokter mata.

“Ya tolong ya dipantau dan diperiksa ke dokter mata. Jangan sampai nanti dia tidak tahu. Kalau dibawa ke dokter mata nanti bisa ditentukan apakah masih bisa diobati atau tidak,” pintanya.

Sebelumnya, kata dia, dirinya pernah membantu seorang anak penderita katarak yang merupakan warga Bandar Jaya, Lampung Tengah. Akibat keterbatasan ilmu dan pengetahuan orang tuanya, anak tersebut tidak mendapatkan pengobatan sebagaimana mestinya hingga usia 13 tahun. Alhasil, anak tersebut pertumbuhannya tertinggal dari anak-anak lainnya.

“Ya itu tadi, karena keterbatasan mereka tidak berbuat. Padahal itu cuma penyakit katarak. Akhirnya setelah saya bantu pengobatannya anak itu sembuh. Dan di usia 13 tahun itu dia masuk kelas 1 SD. Jadi umur 20 tahun baru lulus SD. Jadi itu, setelah saya melihat warga tadi, kalau masih bisa diobati ayo diobati,” tutupnya.

Sementara itu, Pengurus UTD PMI Metro dr. Ade Kurniawan mengatakan, acara baksos yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara tersebut untuk memperingati HUT PMI dan Bulan Sabit Merah Internasional.

“Warga yang kami bantu ini berjumlah 50 warga Kelurahan Karangrejo,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai instruksi Wali Kota Metro Achmad Pairin, pihaknya akan memeriksakan Cicih, warga penderita tuna netra yang akan dibantu tersebut. (Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda