Wali Kota Metro Beserta Wakil Tinjau Persiapan Kelengkapan Sarana Organisasi Baru di Tubuh Pemerintah Kota Metro

826

Video. Sebatin.com, Kota Metro – Guna mempersiapkan penataan kelengkapan beberapa organisasi baru di tubuh Pemerintahan Kota Metro, Wali Kota Metro Achmad Pairin beserta Wakilnya Djohan, S.E. didampingi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten Bidang Administrasi Umum, Kepala Satker terkait, Camat Metro Pusat, serta Camat Metro Timur, meninjau langsung kondisi beberapa aset gedung yang rencananya akan digunakan sebagai sarana kantor, pada Jumat lalu 7 Oktober 2016.

Dalam tinjauannya yang pertama, tim mengarah kepada bangunan yang berada di Jl. Selagai Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur dan rencananaya gedung ini akan menjadi lokasi dari Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, selanjutnya tinjauan menuju ke Eks. Kantor Penerangan yang berada di Jalan Tongkol Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, rencanannya akan menjadi Kantor Dinas Lingkungan Hidup, bangunan di Jalan A.H. Nasution Kelurahan Yosorejo Kecamatan Metro Timur yang rencanannya akan di gunakan sebagai Kantor Dinas Perumahan dan Pemukiman, sebuah bangunan di Jalan Rajabasa, Kelurahan Yosorejo Kecamatan Metro Timur, tepatnya di samping Kantor Telkom Kota Metro, rencanannya akan digunakan sebagai Kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, diteruskan ke lokasi Rumah Dinas Camat Metro Pusat yang tepat berada di belakang Polres Kota Metro, di lokasi ini rencanannya akan ditempatkan sebagai Kantor Dinas Narkotika atau BNN Kota Metro, tinjauan juga diteruskan ke lokasi gedung BP4K yang dalam perencanaanya akan dialih gunakan sebagai Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Masyarakat, pada tujuan terakhir tim mengarah kepada gedung yang saat ini ditempati oleh Organisasi Laskar Merah Putih, tepatnya di Jalan Jend. Sudirman yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Wakil Wali Kota Metro menjelaskan, bahwa peninjauan ini dalam rangka penataan menghadapi berlakunya struktur organisasi yang baru, dimana akan bertambahnya unit kerja, yang berarti harus melihat aset-aset yang ada dan menyiapkan ruangan untuk tempat kerja yang baru.

“Ada beberapa titik yang telah ditinjau, ada beberapa gedung yang siap pakai dan ada gedung yang belum siap pakai atau masih perlunya untuk direhab. Dan nanti hasil dari peninjauan ini masih perlu dirapatkan untuk keputusan bersama,” ungkapnya.

Djohan menyampaikan, bahwa bangunan yang rusak akan direhab, sedangkan bangunan yang sedang dipakai oleh pihak ketiga akan dihimbau, bahwa bangunan tersebut akan digunakan dan ditempati kembali.

“Kita akan menghimbau kepada pihak ketiga yang menempati bangunan tersebut yang rencananya akan digunakan untuk kantor SKPD baru, karena perjanjian dari awal kepada pihak ketiga tidak adanya peralihan penggunaan,” ujar Djohan.

(Ade Embun)

Tinggalkan Komentar Anda