Warga Hadimulyo Barat Tolak Keberadaan Surya Billiard

656
Warga Hadimulyo Barat Tolak Keberadaan Surya Billiard
Surya Billiard yang terletak di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Warga RW 05 RT 20/ RT 22 Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro menolak keberadaan tempat bermain billiard di lingkungan mereka. Hal ini, karena tempat billiard tersebut berpotensi menjadi tempat maksiat.

Bahkan, warga sampai membuat surat pernyataan penolakan dan keberatan terhadap pendirian tempat bermain billiard tersebut yang sudah dikirimkan ke Wali Kota Metro, Ketua DPRD Kota Metro, Kapolres, dan Kepala BKPRMD.

Umar, salah satu tokoh warga menjelaskan, masyarakat menolak keberadaan billiard tersebut lantaran berdekatan dengan sekolah dan juga sarana ibadah. Pasalnya, dikhawatirkan dengan keberadaan tempat bermain billiard tersebut bisa menjadi tempat negatif.

Selain itu, warga menduga berdirinya Surya Billiard tersebut tidak memiliki izin. Pasalnya, para warga tidak pernah merasa dimintai izin soal pendirian tempat billiard tersebut. Warga, hanya merasa dimintai izin oleh pengelola untuk pendirian Alfamart satu tempat.

“Awalnya kan bangun alfamart. Itu kita tidak masalah karena untuk kepentingan masyarakat juga. Kok belakangan ada billiard juga. Kemudian banyak masyarakat yang menolak keberadaan tempat billiard tersebut karena menjadi tempat untuk berbuat negatif dan mengganggu pendidikan yang di sekitar billiard. Kemudian saya tanya ke pak RW, ternyata pak RW juga tidak tahu kalau ada tempat bermain billiard. Karena sebelumnya pengelola hanya mengajukan izin Alfamart saja. Sedangkan billiard itu tidak ada,” jelasnya, Jumat (10/03/2017).

Hal senada juga dikatakan Yuspa warga lainnya. Menurutnya, jika hanya pendirian Alfamart, warga sekitar tidak mempermasalahkan. Tetapi, pendirian tempat bermain billiard tersebut dikhawatirkan berdampak pada tumbuh kembang anak mentalitas anak-anak di lingkungan tersebut.

”Kalau hanya Alfamart saja tidak apa-apa. Karena kita ini memikirkan anak-anak kami yang bisa saja terpengaruh dengan keberadaan billiard tersebut. Karena sudah banyak contoh tempat bermain billiard itu malah menjadi tempat yang negatif,” paparnya.

Penolakan ini, kata dia, juga karena pendirian tempat bermain billiard tersebut tidak memiliki izin. Pasalnya, setelah ditelusuri pengelola hanya mengajukan izin gangguan pendirian Alfamart saja.

”Mereka itu tidak meminta kepada semua warga yang terkena dampak ataupun batasan-batasan seperti di Perda. Dan saya tanya ke warga yang tanda tangan itu mereka hanya izin pendirian Alfamart bukan pendirian tempat bermain billiard,” katanya.

Ia dan warga lainnya berharap, pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan ini. Yang jelas, warga sekitar menuntut tempat bermain billiard tersebut ditutup.

”Kalau kami, minta itu ditutup. Tidak ada toleransi kalau tempat billiard itu,” harapnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda