Warga Hadimulyo Timur Babak Belur di Aniaya Puluhan Pemuda di RSUD Ahmad Yani

2787
Warga Hadimulyo Timur Babak Belur di Aniaya Puluhan Pemuda di RSUD Ahmad Yani
Siswanto (27) warga Gang Merdeka Mekarsari Hadimulyo Timur, yang mengalami pengeroyokan oleh sekelompok pemuda tak dikenal di RSUD Ahmad yani Kota Metro, Minggu (30/07/2017) dini hari. Foto : Rls

Sebatin. com, Kota Metro – Berniat mengantarkan salah seorang teman adiknya untuk melakukan visum di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro, Siswanto (27) warga Gang Merdeka Mekarsari Hadimulyo Timur, akhirnya harus babak belur, akibat dianiaya oleh segerombolan pemuda tak dikenal, pada Minggu (30/07/2017) dini hari.

Akibat penganiayaan dan pengeroyokan tersebut, Siswanto mengalami luka memar disekitaran mata serta benjolan ditelinga hingga mengeluarkan darah dari hidung. Usai penanganan oleh medis, Siswanto menjelaskan kronologis kejadian tersebut kepada media.

“Awalnya gini Bang, waktu itu teman adik saya datang kerumah, ngasih tau kalau adik saya berkelahi. Spontan, saya langsung mencari adik saya untuk saya bawa pulang. Tapi ternyata, setelah bertemu adik saya, yang berkelahi adalah kawannya. Oleh karena itu saya juga terpaksa ikut mengantarkan teman adik saya untuk melakukan visum kerumah sakit. Tapi setibanya dirumah sakit, saya dihampiri oleh dua orang pemuda yang gak saya kenal, dan tiba-tiba langsung meludah kearah saya dan ngucapin kata “kecil ngelawan kamu”, ujarnya meniru ucapan kedua pemuda tersebut.

Tak terima diperlakukan begitu, Siswanto sontak menghampiri kedua pemuda tersebut, untuk mempertanyakan maksud dari perbuatan dan perkataan yang dilontarkan kepada dirinya tersebut.

“Saya tersingunglah Bang, saya samperin terus saya tanya maksudnya apa. Eh, mereka berdua malah nonjokin saya. Saya sendirian Bang, yang lainnya lagi di dalem. Akhirnya perkelahian kami itu dilerai oleh pihak security dan para penjaga parkir di rumah sakit. Kedua pelaku sempet kabur Bang, tapi nggak lama dari situ, tiba-tiba kedua orang itu dateng lagi dengan di tambah segerombolan orang, lalu mengeroyok saya lagi”, tambahnya.

Usai kejadian, Siswanto akhirnya melaporkan u peristiwa naas tersebut kepada pihak Polres Kota Metro, dengan Surat Laporan Polisi Nomor LP/251-B/VII/2017/LPG/Res Metro, Minggu 30 Juli 2017.

“Saya berharap orang-orang yang mengeroyok saya ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Karena saya dikeroyok dan menjadi korban,” imbuhnya.

(Rls/Red)

Tinggalkan Komentar Anda