Warga ‘Menjerit’, Jembatan Penghubung Tiga Kecamatan di Tulang Bawang Ambruk Tak Kunjung Diperbaiki

28
Jembatan penghubung antar kecamatan yang ada di Desa Sidang Gunung Tiga,rawa jitu,Tulang bawang, yang ambruk, Jumat (9/2/2018). Foto : Roby - Sebatin.com

Sebatin.com, Tulang Bawang – Akses transportasi di jalan Nasional Simpang Penawar hingga Rawajitu lumpuh total. Hal itu disebabkan oleh ambruknya jembatan penghubung antar kecamatan yang ada di Desa Sidang Gunung Tiga,rawa jitu,Tulang bawang, Jumat(9/2/2018).

Akibat dampak dari ambruknya jembatan tersebut, saat ini masyarakat di tiga Kecamatan, mulai dari Rawajitu Timur, Rawajitu Selatan dan Gedung Aji tidak lagi bisa menggunakan akses jalan utama, dan terpaksa harus mengeliling jauh menggunakan jalur alternatif.

Ansory, salah satu warga Rawa Jitu Selatan menerangkan, untuk berpergian keluar dari Rawa Jitu ke arah Simpang Penawar, saat ini harus mengeliling jauh melintasi jalan milik perusahaan sawit lewat perkebunan di seputaran tempat ambruknya jembatan tersebut.

“Jalur milik PT. Sawit ini adalah salah satu jalan alternatif sebagai jalur penghubung, di saat akan berpergian baik dari rawa jitu ke arah simpang penawar maupun sebalik nya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dampak buruk dari ambruknya jembatan ini, baik petani maupun petambak, susah untuk mengeluarkan hasil panennya. Karena, akses jalur utama yang mudah untuk di lalui kini tidak bisa dilalui, dan harus mengeliling jauh melewati jalan perkebunan sawit. Dan ketika curah hujan tinggi, tambanya, akses jalan semakin sulit dilewati, karena medan yang becek.

“Tadinya jembatannya ambrol hanya sebagian, namun karena tidak cepat di perbaiki hingga akhirnya seperti ini,” katanya.

Ia berharap kepada Pemerintah Pusat segera bisa memperbaiki jembatan tersebut, agar lalu lintas bisa kembali normal, dan tentunya, memberikan kemudahan bagi para warga baik petani maupun petambak maupun yang hendak berpergian dari Arah Rawa Jitu ke arah Simpang Penawar dan Menggala.

Reporter : Roby
Editor     : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda