Warganet Kota Metro Berkicau Tentang Besarnya Tarif Parkir di Event Metro Fair

178
Warganet-Kota-Metro-Berkicau-Tentang-Besarnya-Tarif-Parkir-di-Efent-Metro-Fair
Screenshoot postingan di Fb. Group Metro Punya Kita

Sebatin.com, Kota Metro – Selain memamerkan beragam pertunjukan seni dan multikultural yang ada di Bumi Sai Wawai, event Metro Fair yang menjadi central perayaan peringatan HUT Kota Metro ke- 81 tersebut, rupanya juga dijadikan lahan aji mumpung bagi para juru parkir dadakan. Besarnya antusiasme warga setempat guna menyaksikan event tersebut, menjadi sasaran empuk bagi para oknum juru parkir yang ada di areal Samber Park.

Jika berdasarkan Perda Kota Metro, kenaikan tarif parkir yang terjadi di event Metro Fair, menjadi empat kali lipat, yaitu, untuk sepeda motor yang seharusnya dibandrol dengan tarif Rp 1.000 saja, kenyataannya menjadi Rp 5.000. Lebih parah tarif parkir yang harus dibayar oleh para pengendara mobil jika ingin ikut menyaksikan pesta rakyat di Samber Park tersebut, yaitu sebesar Rp 10.000, jauh lebih besar dari ketentuan Perda Kota Metro yang hanya sebesar Rp 2.000 saja.

Tarif parkir ini menyaingi tarif parkir di lokasi Bandar Udara Internasional Raden Intan II, yang dalam satu jam pertama dikenakan Rp 5.000. Bahkan untuk motor yang menginap hanya dikenakan tarif sebesar Rp 25 ribu.

Mahalnya tarif parkir di area Metro Fair pun menjadi topik hangat di salah satu grup Facebook, yaitu grup METRO punya kita. Kali pertama akun Facebook dengan nama ‘X Aja Rusthami’ pada, Jumat (10/8/2018) sekitar pukul 10.24 WIB.

Akun itu menuliskan, kalau dirinya hanya sekedar meneruskan keluhan tentang tarif parkir Metro Fair yang menimbulkan pertanyaan. Dimana tiket karcisnya tertera pada tulisan utama yaitu ‘Elephant Park’ , kemudian di dalam tiket tidak ditulis nomor plat kendaraannya, dan besaran tarif parkir yang tinggi.  Bahkan ada tertera sebuah kalimat yang berisi sebuah keterangan, jika kendaraan hilang bukan menjadi tanggungjawab pengelola parkir.

“Meneruskan keluhan rekan grup. Tarif parkir Metro Fair. Menyebabkan muncul pertanyaan. Tiketnya, tiket karcis masuk lokasi Elephant Park? Di tiket juga nggak ditulis nomor plat kendaraan?. Dan apakah besaranya memang segitu?. Terus ada keterangan, hilang bukan tanggungjawab penyedia jasa parkir, jadi gimana itu?”, tulisnya di dinding grup Facebook Metro punya kita.

Postingan tersebut pun mendapat berbagai respon dari penghuni grup Facebook METRO punya kita. Seperti ditulis oleh akun Facebook Kurniawan Afrian, meski ia belum sempat parkir di Metro Fair, sepengetahuanya dalam Perda Kota Metro tentang tarif parkir mobil Rp 2.000 dan motor Rp 1.000.

Warganet-Kota-Metro-Berkicau-Tentang-Besarnya-Tarif-Parkir-di-Efent-Metro-Fair--01
Tarif parkir di Samber Park pada Event Metro Fair

Tulisan Kurniawan Afrian pun dibalas oleh Joko Raharjo, yang membenarkan keterangan dari Kurniawan Afrian terkait tarif parkir motor sebesar Rp 1.000. Joko pun menambahkan sebuah foto karcis yang dikeluarkan oleh Dinas Pendapatan Provinsi Lampung yang menerangkan sesuai Perda No. 32 Tahun 2014, 29 Desember 2014 retribusi parkir Rp 1.000 berlaku satu kali parkir.

“Betul om. Kalo yang resmi dikeluarkan BPPRD untuk parkir yang dikelola Pemkot segitu. Kecuali kalau yg dikelola pihak ketiga kayak parkiran basement Chandra Swalayan. Beda sepertinya om,” jawab Kurniawan Afrian.

Postingan X Aja Rusthami juga mendapat respon dari akun Facebook Deswin Fitra. Menurut Deswin, seharusnya bisa ditanyakan kepada juru parkir siapa yang mengeluarkan karcis tersebut agar jelas siapa oknum dibelakangnya.

“Kasian rakyat, tuk melihat pestanya yang katanya pesta rakyat harus jadi korban oknum-oknum yang tak bertanggungjawab,” tutupnya.

Berbagai komentar pun terus muncul menanggapi postingan tersebut. Dimana intinya masyarakat Kota Metro menyesalkan hal tersebut bisa terjadi dan terkesan dibiarkan.

Padahal, meskipun lahan parkir dikelola oleh pihak ketiga, seharusnya pihak panitia dapat memberikan ketentuan agar pihak ketiga tidak menaikan tarif parkir terlalu tinggi. Mahalnya tarif pun dapat berdampak pada engganya masyarakat meramaikan Metro Fair yang digadang sebagai pesta rakyat Bumi Sai Wawai.

(red)

Tinggalkan Komentar Anda