Waspada Gejala Anemia Sel Sabit

448
Waspada Gejala Anemia Sel Sabit
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Anemia sel sabit adalah kondisi dimana sel darah merah bebentuk seperti bulan sabit atau seperti huruf C. Normalnya sel darah merah bebentuk bulat seperti donat namun tanpa lubang, serta pipih dibagian tengah. Sel darah merah yang normal akan mudah melewati pembuluh darah untuk membawa oksigen keseluruh tubuh.

Penyakit anemia sel sabit akan menyebabkan sel darah merah sulit dalam melewati pembuluh darah, terutama dalam pembuluh darah yang sempit. Akibatnya sel darah merah akan tersangkut dan akan menimbulkan rasa sakit, infeksi serius dan kerusakan organ tubuh.

Mengutip dalam laman alodokter, Sel darah merah normal mengandung banyak hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh serta sel darah merah normal akan hidup lebih lama, sekitar 120 hari. Sehingga bisa memberikan waktu untuk tubuh membentuk sel darah merah baru.

Sedangkan sel sabit berbanding terbalik dengan sel darah merah normal, sel sabit tidak memiliki cukup hemoglobin. Sehingga oksigen yang dibawa keseluruh tubuh hanya sedikit. Dan juga umur dari sel sabit sangat singkat, berkisar 10-20 hari saja. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah dan akhirnya menyebabkan anemia.

Berikut gejala-gejala anemia sel sabit yang sebatin.com rangkum dari beberapa laman kesehatan.

  1. Anemia

Anemia adalah hal yang paling sering terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah, hal tersebut seperti dipaparkan diatas bahwa sel sabit hanya hidup dalam rentan waktu 10-20 hari tanpa bisa memberikan kesempatan tubuh untuk memproduksi sel baru, yang akhirnya tubuh akan kekurangan sel darah merah sehingga menyebabkan anemia.

  1. Nyeri

Nyeri yang disebabkan oleh sel sabit adalah ketika sel sabit menumpuk pada pembuluh darah, bentuknya yang seperti bulan sabit dan tidak fleksibel menyebabkan sel sabit akan sulit melewati pembuluh darah. Akhirnya akan menumpuk dan menyebabakn penyumbatan

  1. Ganguan Penglihatan

Terhambatnya aliran darah ke bagian mata akan menyebabakn kerusakan retina mata, rusaknya retina mata ini jelas akan mengganggun pengelihatan mata kita.

  1. Tubuh Terlihat Kuning

Menumpuknya zat bilibirun akan menyebabkan rusaknya sel-sel darah merah dengan cepat. Kurangnya sel darah merah dalam tubuh akan membuat tubuh pucat dan lama kelamaan akan terlihat menguning

Mengutip dalam lama alodokter, Anemia sel sabit sendiri bukanlah penyakit yang menular namun kondisi dimana adanya mutasi gen yang menjadikan molekul-molekul hemoglobin saling menempel dan mengeras ketika proses deoksigenasi (pelepasan oksigen dan penyerapan karbondioksida). Gumpalan-gumpalan hemoglobin inilah yang kemudian merusak bentuk asli sel darah merah, dari yang seharusnya bulat menjadi sabit.

Anemia sel sabit ini bersifat resesif autosomal yang artinya seseorang yang sangat beresiko terkena penyakit ini apabila kedua orang tuanya pembawa/terdiagnosis penyakit ini, apabila hanya salah satu saja maka sang anak hanya sebaga pembawa bukan sebagai penderita.

Penyakit anemia sel sabit merupakan penyakit yang tidak bisa diobati, namun tetap bisa dicegah terjadinya gejala-gejala dari sel sabit itu sendiri dengan cara menjaga pola makan yang teratur, bergizi serta mencukupi kebutuhan vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh sel darah merah. (Willi)

 

 

 

Tinggalkan Komentar Anda