Waspada! Tiga Kecamatan di Kota Metro Berpotensi Puting Beliung

790
Waspada! Tiga Kecamatan di Kota Metro Berpotensi Puting Beliung
(Ilustrasi)

Sebatin.com, Kota Metro – Waspada! Tiga kecamatan di Kota Metro berpotensi terkena bencana angin puting beliung. Ketiga kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Metro Utara, Kecamatan Metro Selatan, dan Kecamatan Metro Timur.

Mewakili Kepala BPBD Kota Metro Heri Rozani, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Alfajar Nasution menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro, ketiga kecamatan tersebut rawan bencana puting beliung.

“Ya tiga daerah itu yang berpotensi angin puting beliung. Selama 2016 di Kota Metro sendiri ada dua kejadian angin puting beliung, dan korban mencapai 14. Tapi ini bukan korban jiwa, ya seperti rumah yang menjadi korbannya. Karena merusak atap,” jelasnya.

Untuk bencana kebakaran, kata dia, di tahun 2016 lalu terjadi 10 kejadian. Di mana, kebakaran yang terjadi kerap kali di daerah padat penduduk.

“Itu disebabkan konslet instalasi listrik, dan juga lilin saat mati lampu. Kalau kebakaran, semua kecamatan berpotensi. Terlebih, jika daerah tersebut padat penduduk,” katanya.

Menurutnya, genangan air yang sering terjadi di Kota Metro disebabkan drainase yang kurang baik. Untuk itu, jika ada bangunan baru, harus memperhatikan drainase juga, karena bukan tidak mungkin dalam waktu lima sampai sepuluh tahun kemudian, Kota Metro bisa menjadi banjir jika hujan deras.

“Ya karena drainase kurang baik tadi. Jadi, jika seseorang sudah ada izin untuk mendirikan bangunan baru, juga harus memperhatikan drainasenya. Saat ini memang Kota Metro belum banjir, masih genangan, ya kita tidak tahu kedepannya, bisa saja menjadi banjir jika drainase tidak ditata. Karena wilayah perkotaan sebagian besar terjadi banjir, karena drainase yang kurang baik,” paparnya.

Namun, tambahnya, berbeda lagi jika lahan pertanian yang terjadi banjir. Seperti lahan pertanian di Kecamatan Metro Selatan dan Metro Utara yang beberapa waktu lalu terendam banjir.

“Kalau itu memang banjir, tetapi itu lahan pertanian, dan menyebabkan kerugian ya. Sekitar lahan tersebut juga ada aliran sungai dari daerah atas. Sehingga, jika aliran sungai di daerah atas meluap, lahan pertanian tersebut juga terkena dampaknya,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda