Weekend Discussion “Kita Bangun Lampung Bersama”

140
Weekend-Discussion-“Kita-Bangun-Lampung-Bersama”01
Staf Ahli Kapolri Bidang Politik Hukum Irjenpol. Ike Edwin, S.H., M.H. juga hadir Kepala Taman Budaya Prov. Lampung. Dra. Suslina sari, Praktisi Ketua Yayasan Prasetya Mandiri Rifa Ariani, saat melaksanakan Diskusi. Foto : Rzf-Yda Sebatin.com

Sebatin.com, Bandar Lampung – Lamban Kuning Kerajaan Skala Brak Lampung, yang terletak di Sukarame Bandar Lampung, menjadi tuan rumah Weekend Discussion Kita Bangun Lampung Bersama, Sabtu (23/09).

Diskusi yang mengangkat tema : pentingnya pendidikan, tata krama, dan adat istiadat dalam pembangunan. Selain Staf Ahli Kapolri Bidang Politik Hukum Irjenpol. Ike Edwin, S.H., M.H. juga hadir Kepala Taman Budaya Propinsi Lampung. Dra. Suslina sari, Praktisi Ketua Yayasan Prasetya Mandiri Rifa Ariani.

Irjenpol. Ike Edwin yang juga Perdana Menteri Kerajaan Skala Brak memaparkan Nilai-nilai budaya yang bisa membangun lampung dan bangsa. Menurutnya Nilai budaya hari ini sudah mulai memudar dengan bergesernya kebiasaan membeli produk luar negeri. Bagaimana mereka (rakyat kecil) makan, sedangkan anak muda sekarang ketempat makan asal luar negeri.

“Pisang goreng, tempe mendoan itu harganya cuma Rp. 750 tapi lebih memilih makan yang mahal, mengayakan luar negeri, inilah Pergeseran budaya, pergeseran prilaku kita.” jelas Dang Ike Edwin.

Weekend Discussion “Kita Bangun Lampung Bersama”02
Saat Rifa Ariani menyerahkan cindera mata kepada Dra. Sulisna, MM. mewakili dinas pendidikan propinsi Lampung, Irjen Pol. Dr Ike Edwin dan kepada Zebe Center yang diwakili oleh sekretaris panitia jeffry Noviasyah. Foto : RZF-YDA Sebatin.com

Menurut Jenderal Bintang dua ini, sekarang masyarakat juga kehilangan tradisi dalam memberikan hukuman. kesalahan terhadap seseorang dengan hukum adat (sosial) sudah jarang lagi dilakukan. Apabila masyarakat hanya menggunakan hukum yang ditegakkan oleh kepolisian saja, akan sulit untuk mengurai kejahatan-kejahatan dimasyarakat.

“Hitung saja berapa yang harus dikeluarkan negara untuk satu narapidana persepuluh bulan saja,”kata Ike.

Tapi apabila menggunakan hukum adat tambahnya, dengan memberi hukuman sosial kepada pencuri ayam saja misalnya, maka dia tidak akan mencuri lagi seumur hidupnya. Sebab semua orang disekelilingnya akan terus membicarakannya dan menjadi hukuman yang tidak akan hilang dalam benaknya.

Weekend Discussion Kita Bangun Lampung Bersama rencananya kedepan akan dilaksanakan rutin, untuk menanamkan nilai budaya, tata krama dan membangun Pendidikan yang lebih baik di Lampung. Diakhir acara Rifa Ariani menyerahkan cindera mata kepada Dra. Sulisna, MM. mewakili dinas pendidikan propinsi Lampung, Irjen Pol. Dr Ike Edwin dan kepada Zebe Center yang diwakili oleh sekretaris panitia jeffry Noviasyah.

(RZF/YDA)
Editor : Holik

Tinggalkan Komentar Anda