Wisata ke Sungai Musi, Yuk!

188
Wisata ke Sungai Musi, Yuk!
Jembatan Ampera Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Foto: Ist

Sebatin.com, Palembang – Sungai Musi, sungai kebanggan masyarakat Palembang, bahkan Sumatera Selatan. Mendengar nama Sungai Musi maka tak lepas dari yang namanya Jembatan Ampera. Jembatan yang menjadi ikon Daerah Palembang.

Bisa dikatakan nyaris tak ada pelancong yang tidak mengunjungi jembatan ini apabila datang ke Palembang. Sepertinya Jembatan Ampera dan Sungai Musi memang sudah ditakdirkan untuk bersama bagai sepasang kekasih. Bila dibayangkan Sungai Musi tanpa Jembatan Ampera, maka rasanya sungai itu tak menarik. Terasa membosankan. Sejatinya, Jembatan Ampera takkan berdiri bila tak ada Sungai Musi. Tepat sekali, mereka adalah sepasang kekasih.

Di dekat Sungai Musi tersebut terdapat sebuah benteng zaman Kolonial Belanda dulu. Namanya Benteng Kuto Besak. Maka dari itu masyarakat Palembang biasanya menyebut kawasan Sungai Musi ini adalah benteng.

Kawasan benteng ini selalu ramai dipadati oleh pengunjung. Baik itu orang Palembang sendiri, dari daerah-daerah Kabupaten di Sumatera Selatan, maupun yang dari luar kota dan luar provinsi.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi kawasan benteng ini adalah sore hingga malam. Di mana sinar matahari sudah redup dan angin terasa sejuk.

Di kawasan benteng ini cukup banyak orang yang berjualan di saat malam. Baik itu makanan ataupun mainan. Oleh sebab itu tak sedikit orang tua yang mengajak anak-anaknya jalan-jalan ke kawasan ini di saat malam hari.

Di antara makanan yang dijual di kawasan benteng ini, terdapat makanan yang bernama mie tek-tek. Alangkah padanan yang sangat pas bila mengunjungi kawasan ini di malam hari sambil memakan mie yang lezat itu. Duduk bersila di depan Sungai Musi, yang di sebelah kirinya adalah Jembatan Ampera yang dihiasi oleh taburan sinar cahaya cantik berwarna merah. Di malam hari pun terkadang sesekali perahu-perahu kecil dan kapal-kapal berukuran sedang melintas. Ditambah angin malam yang sangat sejuk. Sungguh, malam-malam yang seperti itu takkan pernah bisa dilupakan oleh siapapun. Bukan hanya oleh anak kecil ataupun pelancong dari luar Palembang dan luar Provinsi, tapi juga orang Palembang sendiri. (Al Hadeed)

Tinggalkan Komentar Anda