Wujudkan Pendidikan Yang Berkarakter, Pemkot Metro Gelar Seminar Pendidikan Tahun 2018

9
Wujudkan-Pendidikan-Yang-Berkarakter,-Pemkot-Metro-Gelar-Seminar-Pendidikan-Tahun-2018-01
Prof. Dr. H. Arief Rachman, M. Pd, Guru Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Harian Komnas Indonesia untuk UNESCO saat menjadi narasumber dalam Seminar Pendidikan Kota Metro Tahun 2018, di Gedung Graha Sukha Metro, Kamis (06/09/18).

Sebatin.com, Kota Metro – Berupaya lebih mengedepankan budaya dialog, sharing atau bertukar pikiran, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mewujudkannya dalam bentuk kegiatan Seminar Pendidikan Kota Metro Tahun 2018, yang mengangkat tema “Pendidikan Berkarakter Mewujudkan Generasi Emas Menghadapi Era Globalisasi”, yang dilaksanakan di Gedung Graha Sukha Metro, Kamis (06/09/18).

Dalam seminar yang dibuka secara langsung oleh Walikota Metro, Achmad Pairin tersebut, juga membahas terkait permasalahan-permasalahan pendidikan yang ada di Kota Metro, serta mencari solusi guna menemukan formula dalam mengembangkan pembelajaran karakter berbasis teknologi.

“Sebagai Kota Pendidikan, sudah sepatutnya bila pembangunan manusia di Kota Metro terus mengalami kemajuan. Ini ditandai dengan meningkatnya indeks IPM Kota Metro sejak tahun 2010. Dan ditahun 2017 ini, IPM kita mencapai 75,87 yang merupakan IPM tertinggi se-Provinsi Lampung”, terangnya.

Wujudkan-Pendidikan-Yang-Berkarakter,-Pemkot-Metro-Gelar-Seminar-Pendidikan-Tahun-2018-02
Walikota Metro Achmad Pairin saat memukul Gong sebagai simbol dibukannya kegiatan Seminar Pendidikan Kota Metro Tahun 2018.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, dalam laporannya menjelaskan, bahwa pembahasan dan topik dalam kegiatan seminar tersebut, lebih mengedepankan pembahasan tentang pendidikan karakter. “Dalam pendidikan karakter ini, perlu adanya kerjasama antara orang tua, sekolah dan siswa itu sendiri”, ujarnya.

“Ini yang akan diterapkan di Kota Metro. Sebetulnya sudah mulai, tetapi ini akan lebih ditekankan lagi. Yang diutamakan itu kejujuran siswa, sopan santun dan lainya. Ini perlu kerjasama dari semua pihak”, jelasnya.

Sementara itu, hadir dan menjadi narasumber dalam seminar tersebut Prof. Dr. H. Arief Rachman, M. Pd, Guru Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Harian Komnas Indonesia untuk UNESCO. Dirinya juga menuturkan, pembahasan dalam seminar tersebut, adalah juga tentang bagaimana cara-cara meningkatkan kinerja dan profesionalitas tenaga pendidik.

“Jadi bagaiamana membuat suasana pembelajaran itu menyenangkan. Dengan begitu, potensi anak baik itu potensi spiritual, akal, perasaan, jasmani dan sosial akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya”, tuturnya.

Dalam pendidikan karakter, lanjut Arief Rachman, tidak boleh hanya dibebankan kepada sekolah. Sebab, dalam pendidikan karakter dibentuk oleh tiga lembaga yakni keluarga, sekolah dan juga masyarakat.

“Kalau di keluarganya sendiri terjadi penyimpangan pendidikan karakter, contohnya orang tuanya berbohong maka anak akan ikut. Jadi pendidikan karakter itu bukan hanya disekolah”, pungkasnya. (*)

Tinggalkan Komentar Anda