Yuk Nongkrong Di Rusunawa Metro, Ngobrol Santai Sejarah Islam di Nusantara

210
Yuk-Nongkrong-Di-Rusunawa-Metro,-Ngobrol-Santai-Sejarah-Islam-di-Nusantara
Leflaet Ngobrol Santai Sejarah Islam di Nusantara

Sebatin.com, Kota Metro – Duduk bersama, sambil ngobrol santai tentang sejarah, mungkin bisa menjadi suatu hal yang mengasikkan. Dan untuk Kota Metro, momen seperti ini menjadi suatu hal yang baru dan jarang terjadi. Seperti halnya sekelompok anak muda asal Kota Metro yang berencana menggelar sebuah acara yang bertajuk “Ngobrol Santai Sejarah Islam di Nusantara” yang akan dilaksanakan di komplek Rusunawa Iringmulyo, Metro Selatan, pada Sabtu, (17/11) malam.

Dalam acara yang akan dimoderatori oleh seorang seniman dan budayawan muda asal Kota Metro, Hario Yudho Negoro S.Sn, tersebut, nantinya akan membawa perbincangan yang mengulas sisik melik sejarah penyebaran Islam di Nusantara, yang berkisar pada zaman Walisongo, Pondok Pesantren, dan metode penyebaran yang sangat halus dengan latar belakang budaya. “Seperti kita ketahui, Walisongo sangat sukses menyebarkan Islam di pulau Jawa dan hampir seluruh pelosok Nusantara dengan cara damai tanpa peperangan”, ujarnya, dalam sebuah momen duduk santai bersama sebatin.com, Senin (15/11/18) malam.

“Nah, hal ini membuktikan bahwa Islam menjadi agama di Nusantara tanpa gesekan yang berarti, atau bisa dibilang tanpa kekerasan. Bahkan Islam telah mewarnai budaya Nusantara dengan banyaknya adat istiadat yang diambil dari ajaran Islam, seperti selamatan, kenduri, khaul, halal bi halal dan lain sebagainya”, tambah Hario Yudho Negoro.

Dalam acara itu, lanjut Hario Yudho Negoro, juga akan menghadirkan dua orang narasumber yang sudah bertaraf nasional yaitu Kiai Muhammad Jadul Maula, pengasuh pondok pesantren Kaliopak Yogyakarta dan seorang budayawan LESBUMI dan Drs. KH. Ng. Agus Sunyoto M.Pd, berasal dari Malang Jawa Timur, seorang sejarawan, budayawan, dan ketua LESBUMI PBNU. “Juga akan ada sedikit sajian dari kelompok musik etnik Sanggar Satu Kata yang menampilkan repertoar klasik seperti Hong Wilaheng-nya Gombloh, Kidung Wahyu Kala Seba ciptaan Habib Asyhari Adzmat Khan, dan beberapa lagu jaman Walisongo”, terangnya.

“Dan tentunya juga akan ada sesi tanya jawab dan diskusi seputar materi yang disampaikan oleh dua orang narasumber itu. Intinya, acara “Ngobrol Santai Sejarah Islam di Nusantara”. Dan ini diadakan karena ada kegelisahan intelektual untuk menggali kembali sejarah penyebaran Islam di Nusantara dan mengingatkan kembali peran para wali yang jasanya sangat besar terhadap peradaban Nusantara ini”, pungkasnya.

Untuk diketahui, sekelumit informasi tentang narasumber, yaitu Drs. KH. Ng. Agus Sunyoto M.Pd, dilahirkan di Surabaya, 21 Agustus 1959. Pendidikan formal S1 diselesaikan di jurusan seni rupa, FPBS, IKIP Surabaya tahun 1985. Magister diselesaikan di Fakultas Pascasarjana IKIP malang bidang Pendidikan Luar Sekolah. Pernah menjadi wartawan di harian Jawa Pos, kemudian menjadi wartawan free lance. Dia mulai akti melakukan penelitian sosial sejak tahun 1990 hingga sekarang dan mengasuh Pesantren Global. Hasil penelitiannya ditulis dalam bentuk laporan ilmiah atau dalam bentuk novel. Dan Kiai Muhammad Jadul Maula, seorang budayawan dan pengasuh pondok pesantren Kaliopak Yogyakarta ini, pernah menjadi direktur penerbitan LKiS, dan pernah menjabat sebagai ketua LESBUMI Yogyakarta, sekarang beliau menjabat sebagai wakil ketua LESBUMI PBNU dan masih mengasuh pondok pesantren Kaliopak Yogyakarta. (Embun)

Tinggalkan Komentar Anda