Dekranasda Lampung Dorong Budaya dan Wastra Lampung Bernilai Ekonomi melalui Mahasiswa UIC

15
Dekranasda Lampung Dorong Budaya dan Wastra Lampung Bernilai Ekonomi melalui Mahasiswa UIC

Sebatin.com, Jakarta – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan komitmennya untuk menjaga dan mengembangkan wastra serta budaya Lampung agar tetap hidup, relevan, dan memiliki nilai ekonomi melalui peran aktif generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Purnama saat menghadiri UIC Creative Showcase 2026 bertema “Advancing Lampung Heritage and its Living Treasure: The Majestic Lampung” di kampus UIC BSD, Jakarta, Selasa (3/2/26). Ajang tahunan yang digelar UIC College ini menampilkan ratusan karya kreatif mahasiswa yang menjadikan Lampung sebagai objek riset, sumber inspirasi desain, sekaligus basis pengembangan produk budaya dengan pendekatan modern dan berorientasi pasar.

Dalam sambutannya, Purnama, yang akrab disapa Batin Wulan, mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian mahasiswa UIC College yang mampu menerjemahkan kekayaan budaya Lampung menjadi karya kreatif sekaligus bernilai ekonomi.

“Saya sangat bangga melihat bagaimana anak-anak muda ini tidak hanya mempelajari Lampung, tetapi benar-benar meresapi warisan budayanya dan menghadirkannya dalam karya modern yang berdaya saing,” ujar Batin Wulan.

Ia menyoroti sejumlah karya unggulan, mulai dari desain fesyen bermotif tapis dan ikon gajah Lampung, tumbler bermotif budaya Lampung, inovasi body scrub dan selai berbasis kopi Lampung, hingga produk kriya anyaman yang dinilai siap dipasarkan. Menurutnya, karya-karya tersebut membuktikan bahwa budaya Lampung dapat berkembang seiring tren global tanpa kehilangan identitas.

Tema “Living Treasure” dinilai sangat tepat karena menempatkan perajin, seniman, dan pelaku budaya Lampung sebagai aset berharga yang harus dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan secara berkelanjutan kepada generasi muda.

Batin Wulan menegaskan komitmen Dekranasda Lampung untuk menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan UIC College, khususnya dalam pengembangan pariwisata budaya, penguatan UMKM, serta edukasi kreatif bagi generasi Z. Produk karya mahasiswa, seperti suvenir, merchandise, tumbler, dan tote bag bermotif Lampung, dinilai berpotensi dikembangkan sebagai identitas resmi cenderamata daerah.

Selain itu, Dekranasda Lampung membuka peluang kolaborasi di bidang musik, khususnya karya mahasiswa UIC yang mengangkat lagu berbahasa Lampung, untuk diperdengarkan di destinasi wisata, hotel, hingga bandara sebagai bagian dari promosi budaya daerah.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal karya, tetapi juga edukasi, nilai budaya, dan keberlanjutan ekonomi kreatif Lampung. Generasi muda memiliki peran strategis sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi,” tegas Batin Wulan.

Menutup sambutannya, ia berpesan kepada mahasiswa untuk terus berinovasi dan menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia.

“Kalian adalah aset bangsa. Teruslah berkarya dan jadikan budaya sebagai kekuatan di mana pun kalian melangkah,” ujarnya.

UIC Creative Showcase 2026 diharapkan menjadi ruang strategis yang mempertemukan talenta muda, akademisi, UMKM, dan pemerintah dalam memperkuat posisi wastra dan budaya Lampung di ekosistem ekonomi kreatif nasional. (Sgn)

Tinggalkan Komentar Anda