Ancaman El Nino 2026, Walkot Metro Jemput Bantuan Alsintan untuk Amankan Produksi Pangan

19
Ancaman El Nino 2026, Walkot Metro Jemput Bantuan Alsintan untuk Amankan Produksi Pangan 01

Sebatin.com, Jakarta – Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 mendorong pemerintah daerah bergerak cepat. Pemerintah Kota Metro mengambil langkah proaktif dengan “menjemput bola” bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat guna menjaga produktivitas pangan di tengah potensi krisis air.

Langkah tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian RI, Senin (20/04/26).

Dalam Rakornas tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa El Nino tahun ini berpotensi lebih kering dari kondisi normal, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang cepat, terukur, dan masif. Pemerintah pusat menginstruksikan pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan pompanisasi, serta pelaksanaan tanam serentak sebagai strategi utama menjaga produksi pangan nasional.

“Kita menghadapi ancaman serius. El Nino tahun ini diprediksi lebih kering dari rata-rata. Karena itu, langkah mitigasi harus dilakukan secara luar biasa dan terukur,” tegasnya.

Ancaman El Nino 2026, Walkot Metro Jemput Bantuan Alsintan untuk Amankan Produksi Pangan 02

Menteri Pertanian juga memberikan perhatian khusus terhadap kehadiran kepala daerah dalam forum tersebut. Ia menilai kehadiran langsung menjadi indikator keseriusan daerah dalam mendukung program ketahanan pangan, bahkan berpengaruh terhadap penyaluran bantuan alsintan.

“Saya sangat mengapresiasi kepala daerah yang hadir langsung tanpa diwakilkan. Jika hanya diwakili, anggaran bantuan alsintan akan kami evaluasi kembali,” ujarnya.

Momentum tersebut dimanfaatkan oleh Wali Kota Metro untuk mengajukan langsung kebutuhan daerah. Ia menyampaikan permohonan dukungan alsintan guna memperkuat kesiapan petani menghadapi musim kemarau panjang.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian dapat memberikan dampak nyata bagi petani, sehingga produksi tetap terjaga meskipun menghadapi perubahan iklim,” kata Bambang.

Upaya tersebut mendapat respons positif. Pemerintah Kota Metro direncanakan menerima bantuan berupa 28 unit traktor roda empat, 20 unit combine harvester, 56 unit pompa air 3 inci, serta 5 unit pompa air 6 inci dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Di sisi lain, pemerintah pusat juga memaparkan kondisi cadangan beras nasional yang menunjukkan tren menggembirakan. Hingga April 2026, stok beras diproyeksikan mencapai 4,93 juta ton—mendekati 5 juta ton—yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah optimistis surplus tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekspor.

Kehadiran aktif Pemerintah Kota Metro dalam Rakornas ini menegaskan komitmen daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim, sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan. (red)

Tinggalkan Komentar Anda