
Sebatin.com, Kota Metro – Kegiatan Layanan Aspirasi Masyarakat (LAM) besutan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro, kembali dihelat di kawasan Wisata Capit Urang, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Sabtu (27/11). Kegiatan itu digelar sebagai ajang bagi masyarakat setempat menyampaikan keluh kesahnya dan aspirasinya dalam mensikapi pembangunan Kota Metro tercinta.
Penyampaian aspirasi ini diberikan kepada masing-masing perwakilan warga dari lima kecamatan dari 22 kelurahan se-Kota Metro. Aspirasi pertama datang dari perwakilan warga Kecamatan Metro Utara Supriyanto, yang mengharapkan terealisasinya infrastruktur jalan wisata capit urang dan berbagai fasilitasnya guna menujang perekonomian masyarakat sekitar.
Perwakilan kedua Husne Junaidi dari Hadimulyo Timur yang meminta perbaikan jalan WR Supartman, dan masalah infrastruktur jembatan untuk petani guna kelancaran transportasi angkutan hasil bumi, serta permasalahan di RW 12 Jalan Kambingan, yang menurutnya, dari terbentuknya kelurahan Hadimulyo Timur sampai saat ini belum ada perbaikan.
“Kami berharap adanya kepedulian pemerintah, karna mayoritas 75 persen masyarakat di Hadimulyo Timur petani. Untuk saat ini masyarakat harus memutar dengan jarak sekitar 5 sampai 7 Kilo Meter,” ujar Junaidi.

Sementara itu ditempat yang sama Sutikno dari Kecamatan Metro Timur, mensoal perbaikan ikon dari Tugu Bola dan Stadion Tejosari, terkait perencanaan Metro Timur menjadi Kampung Atlit dan destinasi wisata lokal. Kemudian permasalahan penerangan lampu jalan di seputaran Stadion Tejosari dan Tugu bola yang menurutnya banyak yang tidak bisa menyala dengan baik.
“Saya juga mau bertanya kepada Walikota dan Jajaran OPD, kami ini mempunyai hutan kota di wilayah kita, apakah di perbolehkan digunakan untuk destinasi wisata lokal,” jelas Sutikno.
Sementara itu perwakilan dari Metro Selatan Suparyono, memaparkan terkait kondisi Jalan Cendrawasih yang sudah tidak layak dan Jalan Patimura yang berdekatan dengan lokasi Wisata Padas Gerojok, agar dapat segera mendapatkan perbaikan.
“Waktu itu ada yang mengukur dari pihak rekanan, namun sampai saat ini tidak tau lagi, masih saja rusak belum ada perbaikan. Lalu wisata Flying fox, banyak masyarakat yang tanya dan berharap kapan dapat di operasikan,” terang Suparyono.

Menanggapi banyaknya aspirasi dan masukan dari masyarakat, Walikota Wahdi merasa bangga dan bersyukur, karena hal itu adalah yang diinginkan oleh pemerintahannya, sebab membangun Kota Metro tidak bisa dilakukan hanya oleh Walikota dan Wakil Walikota Metro tanpa adanya masukan dan kritik dari bawah. “Ini yang membuat kami bersyukur, masyarakat mau peduli dan terlibat pemikirannya, dengan masukan dan kritik yang membangun, sehingga kami juga punya materi untuk mengkonsep dan menyusun program pembangunan priorotas, yang tentunya akan bermanfaat langsung untuk masyarakat, dan menjadi bahan instropeksi juga untuk kinerja kami, terimakasih !,” ujarnya.
“Kalau di lihat dalam visi dan misi Kota Metro, infrastruktur Stadion masuk pada program yang ketujuh, dan pengembangan infrastruktur wisata masuk dalam program kita kedepan,” kata Walikota Wahdi.
Lanjutnya, pembangunan infrastruktur baik jalan, drainase dan lainnya guna mempertahankan keberlanjutan, semua telah menjadi perhatian pemerintah. Secara umum pemerintah sudah memilik rencana dalam pembangunan itu. Dan tentu perencanaan tata ruang ini harus sedetail mungkin. “Maka dari itu kita juga butuh aspirasi masyarakat dalam pembangunan, karna pemerintah ini harus mementingkan kepetingan masyarakat terlebih dahulu,” kata dia.
Sebagai penutup, Walikota Wahdi mengapresiasi kegiatan serap aspirasi yang dilakukan Organisasi Persatun Wartawan Indonesia (PWI) Metro, yang menurutnya mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya sehingga dapat ikut berperan serta dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih baik kedepan.
”Saya apresiasi sekali kegiatan PWI Metro, semoga ini menjadi suatu kegiatan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)





