
Sebatin.com, Kota Metro – Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin membuka kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pespawari) I Kota Metro Tahun 2024 yang ditandai dengan pemukulan gong, di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai, Sabtu (10/8/24).
Dalam sambutannya, Wahdi menyampaikan terkait pentingnya kerukunan umat beragama dalam membangun kualitas kehidupan beragama.
“Kerukunan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai identitas keyakinan agama masing-masing,” ujarnya.
Dia juga menekankan, bahwa Pesparawi merupakan wujud moderasi beragama yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi acara keagamaan di daerah lain.
“LPPD (Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah, red) Kota Metro diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Metro dalam bidang seni budaya serta nilai-nilai kerukunan,” imbuhnya.
Selain itu, Wahdi juga menyampaikan, Pesparawi merupakan wadah yang mempersatukan jemaat dari berbagai gereja dengan tujuan membangun sikap saling mendukung dan rasa saling memiliki satu sama lain.
“Saya berharap, semangat dan indahnya kasih persaudaraan tersebut tidak hanya diwujudkan dalam lingkungan gereja saja, namun hendaknya dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Metro,” pintanya.
Dirinya berpesan, dalam semangat perayaan HUT RI ke-79 Tahun 2024, pihaknya mendorong pengurus LPPD Kota Metro terus bersama pemerintah membangun Kota Metro dengan semangat persatuan, damai, dan persaudaraan.

Sebelumnya, dalam laporan Ketua LPPD Kota Metro, Hendry Suryatno Waruwu, menyampaikan bahwa LPPD Kota Metro resmi terbentuk pada tanggal 8 Oktober 2022 berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Metro No. 657/KPTS/SEKDA/02/2022.
“Hari ini menjadi kegiatan pertama diadakan di LPPD Kota Metro yang bertujuan untuk menghidupkan dan mendukung eksistensi berbagai organisasi di tengah masyarakat, terutama dalam bidang seni dan budaya,” ungkap Hendry.
Hendry berharap, kegiatan Pesparawai Kota Metro Tahun 2024 dapat menjadi wadah persatuan yang mempertemukan jemaat dari 22 gereja di Kota Metro dari berbagai denominasi.
“Saya juga mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa ini, bukan saja untuk lomba-lomba siapa yang juara. Tentunya yang kita cari adalah siapa yang terbaik untuk menguji Tuhan,” pungkasnya. (adv)





