Sebatin.com, Lampung Tengah –Terkait viralnya permasalahan yang menimpa kepada Ibu Mursiyatun, seorang guru dari SMPN 1 Way Seputih dan di mutasi ke SMPN 1 Selagai Linggai akibat tuduhan terlibat dalam politik praktis, yaitu mendukung salah satu calon anggota DPR RI, yang diduga berasal dari wilayah Lampung Tengah.
Tuduhan terlibat politik praktis itu diduga akibat tersebarnya foto Musriyatun bersama Nessy Kalviya Mustafa dalam momen acara pengajian muslimat NU Kecamatan Way Seputih beberapa waktu lalu, dan dijadikan pula sebagai salah satu rekomendasi pada surat usulan mutasi yang beredar.
Menanggapi hal tersebut, Dewan Pakar PC Muslimat NU Lampung Tengah, Nessy Kalviya Mustafa mencoba memberikan klariifikasi dan dukungan kepada Ibu guru Musriyatun dalam bentuk surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad dan masyarakat luas, dengan tujuan membuka tabir permasalahan sehingga menjadi terang benderang. Adapun surat terbuka yang dikirimkan Bunda Nessy Kalviya Mustafa, kepada media tersebut adalah sebagai berikut :
Sehubungan dengan beredarnya foto saya (Nessy Kalviya Mustafa) dengan ibu guru Mursiyatun, dan mengkait-kaitkan foto kebersamaan saya dengan beliau sehingga di mutasi dengan jarak tugas sekitar 100 km dari kediaman bu guru, maka ada beberapa point yang akan saya luruskan.
1. Saya sebagai Dewan Pakar PC Muslimat NU Lampung Tengah, dan ibu guru Mursiyatun sebagai Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Way Seputih, merupakan hal yang sangat wajar, jika saya dengan bu guru Mursiyatun sering bertemu dalam satu kegiatan bersama, dan organisasi muslimat NU adalah organisasi perempuan Nahdhatul Ulama yang ada di seluruh wilayah Indonesia, yang di bentuk oleh NU sebagai wadah silaturahmi wanita-wanita NU, apakah salah ketika ibu guru Mursiyatun dan saya sering bersama ?
Dan photo diri saya bersama ibu guru Mursiyatun, pada surat usulan mutasi yang beredar, itu adalah acara dalam wadah pengajian muslimat NU, Kecamatan Way Seputih, dimana saya hadir bersama jajaran PC Muslimat NU lainnya.
2. Kaitan pernyataan Bupati Lampung Tengah (Musa Ahmad) di beberapa media berita online, perihal dasar mutasi ibu guru Mursiyatun, adalah di karenakan ibu guru Mursiyatun dinilai bupati terilbat dalam politik praktis, yaitu mendukung salah satu Caleg DPR RI.
Bupati Lampung Tengah dalam berita media online tersebut memang tidak menyebut bahwa Caleg tersebut adalah saya (Nessy Kalviya Mustafa), namun di beberapa data dan gambar yang tersebar dari beberapa sumber, diduga sepertinya adalah saya (Nessy Kalviya Mustafa) yang disangkakan sebagai calon anggota DPR RI yang dimaksud.
Maka saya pastikan itu TIDAK BENAR, karena sampai hari ini pun saya bukan calon anggota DPR RI, karena tahapan di KPU belum sampai disini, bahkan data calon legislatif se-Indonesia pun belum ada yang jadi, seharusnya Bupati Lampung Tengah yang juga ketua partai paham dan bisa tanya ke KPU, apakah Nessy Kalviya Mustafa sudah jadi Caleg DPR RI ? Saya pastikan Belum Ada !
Jadi dasar mutasi versi bupati pun sudah mengada ada, bahkan dari kejadian ini saya merasa ada sentimen pribadi bupati terhadap diri saya, memang betul saya adalah lawan bupati pada pilkada yang lalu, namun saya pribadi anggap ini sudah selesai, sudah tutup buku, dan saya tidak tahu apa yang harus bupati khawatirkan dari saya yang hanya wanita biasa ini, dan yang pasti, saya tidak pernah mengajak loyalis saya pada pilkada yang lalu untuk tidak taat dan patuh sebagai warga Lampung Tengah dengan bupati nya, dan saya pun tidak pernah mengkritik pemerintahan Bupati Lampung Tengah saat ini, biarpun saya tau banyak sekali keluhan masyarakat tentang kondisi Lampung Tengah hari ini, namun saya tidak memberikan kritikan, karena saya masih percaya dan berharap bupati saat ini masih mampu dan masih ada waktu memperbaikinya.
3. Dalam pernyataan bupati pula di berita media online yang tersebar, yang menyatakan bahwa ibu guru Mursiyatun sudah sering sekali di berikan teguran oleh Camat, perihal ibu guru Mursiyatun yang di tuduh mendukung saya sebagai caleg DPR RI, sebetulnya ini berita tidak benar.
Ibu Mursiyatun adalah guru, seharusnya Dinas Pendidikan setempat yang menegur nya, atau buat kan laporan ke Inspektorat dengan data yang baik dan benar, biarkan Kepala Dinas Pendidikan atau Inspektorat saja yang memberikan teguran baik secara tertulis ataupun lisan, di beri sanksi pertama, kedua, ketiga, bahkan bisa sampai dilakukan pemecatan, jika benar terbukti. Namun tahapan ini saya belum lihat dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah, selain langsung di mutasi dengan tempat kerja yang sangat jauh dari alamat tinggal ibu Mursiyatun yang kurang lebih berjarak sekitar 100 km, semua ASN paham mereka harus menerima penempatan kerja dimanapun, di seluruh wilayah NKRI, tapi harus ada alasan yang jelas dalam mutasi tersebut, promosi, naik jabatan atau sanksi ini dasar nya pun harus jelas, jangan ambil keputusan sepihak tanpa data dan fakta yang jelas.
4. Saya masih menunggu SK resmi mutasi ibu guru Mursiyatun. Saya sebagai Ketua Dewan Pakar Muslimat NU Lampung Tengah, akan melakukan pendampingan total termasuk pendampingan hukum terhadap ibu guru Mursiyatun dari keputusan yang sewenang-wenang ini, kami muslimat NU di Lampung Tengah akan mendampingi ibu guru Mursiyatun menghadapi masalah ini, karena bagi saya, apa yang terjadi dengan ibu guru Mursiyatun adalah luka bagi para guru, dan luka bagi keluarga muslimat NU di Lampung Tengah. Kami akan melaporkan kejadian ini kepada Pimpinan Pusat Muslimat NU, agar mendapat perhatian khusus dari seluruh muslimat NU se-Indonesia.
Demikian penjelasan ini, semoga Allah SWT, melindungi kita semua. Saya mengajak seluruh keluarga muslimat NU yang ada di Lampung Tengah, untuk mendo’a kan ibu guru Mursiyatun agar tabah menghadapi ujian ini, dan semoga sehat selalu, tetap menjadi pejuang pendidikan di Lampung tengah, pahlawan tanpa tanda jasa.
Wassalamualaiku WR. Wb
Nessy Kalviya Mustafa








