
Sebatin.com, Bandar Lampung – Saat mediasi antara ojek konvensional Bandar Lampung yang tergabung kedalam Persatuan Ojek Bandar Lampung (Pokbal) dengan ojek online Gojek di Polresta Bandar Lampung, Kabid Lalu lintas Dishub Bandar Lampung, Iskandar mengungkapkan bahwa persoalan yang terjadi menjadi hal yang dilematis untuk pengambilan kebijakan, Senin sore (15/05/2017).
“Persoalan ini menjadi dilematis bagi kami (Pemda), karena berhubungan dengan kebijakan,” ungkap Iskandar.
Dirinya juga menegaskan harapannya agar semua bisa menjaga kondusifitas dengan komunikasi yang lebih baik lagi.
“Harapannya kondusif, dengan komunikasi yang baik, kami nggak bisa ngelarang ojek online beroperasi, karena tidak ada aturan yang mengatur,” tambahnya.
Dandim Bandar Lampung yang dalam hal ini diwakilkan oleh Danramil Tanjung Karang Pusat, juga menyampaikan harapannya untuk semua menjaga perdamaian di Kota Bandar Lampung.
“Menuju Ramadhan ini marilah kita jaga perdamaian di Kota Bandar Lampung ini ya, kita adalah satu. Jadi, jangan sampai memecah-belah,” tegasnya.

Diketahui, bahwa sebelumnya telah terjadi penyerangan dan penyitaan atribut dari Gojek ke ojek pangkalan yang disusul dengan pembakaran atribut gojek oleh ojek konvensional.
“Kami melakukan pembakaran jaket dan helm gojek karena dari gojek menyerang salah satu pangkalan ojek dari pokbal yang mengambil atribut kami dengan konvoi,” ungkap Arif pengurus Pokbal memberikan pengaduan kepada Kapolres, Danramil, dan Kabid lalu lintas Dishub kota Bandar Lampung.
(Reza)





