Dishub Metro Klaim 80 Persen PJU Sudah Terawat, Sisa 20 Persen Terkendala Teknis

57
Dishub Metro Klaim 80 Persen PJU Sudah Terawat, Sisa 20 Persen Terkendala Teknis
Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro, Wahyu Arswendo Umbara. Foto : rls

Sebatin.com, Kota Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengklaim perawatan lampu penerangan jalan umum (PJU) pada 2026 telah mencapai sekitar 80 persen. Meski demikian, sekitar 20 persen sisanya masih menghadapi kendala teknis, terutama di jalur protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro, Wahyu Arswendo Umbara, menyampaikan hal tersebut kepada awak media, Senin (27/4/2026). Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi “Metro Terang Benderang”.

“Perawatan sudah di kisaran 80 persen. Sisanya masih terkendala teknis, terutama di beberapa titik dengan jaringan yang sudah tua,” ujar Wahyu.

Untuk mendukung program tersebut, Dishub Metro mengalokasikan anggaran sekitar Rp800 juta khusus untuk pemeliharaan rutin. Anggaran itu ditujukan untuk mengakomodasi lebih dari 5.000 titik lampu yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Menurut Wahyu, fokus utama saat ini bukan pada penambahan titik baru, melainkan optimalisasi infrastruktur yang sudah ada. Salah satunya dengan melakukan migrasi lampu lama berdaya besar ke lampu LED guna menekan beban tagihan listrik daerah.

“Fokus kami pemeliharaan. Ribuan titik yang sudah terpasang kami optimalkan, termasuk migrasi ke LED agar lebih efisien,” katanya.

Menanggapi keluhan masyarakat di media sosial terkait lampu jalan yang mati, Dishub mengakui adanya keterbatasan stok material yang masih dalam proses pengadaan. Meski begitu, perbaikan tetap dilakukan secara bertahap.

Sebagai langkah sementara, Dishub menerapkan strategi efisiensi dengan memanfaatkan kembali komponen lama yang masih layak pakai.

“Kami tetap tindak lanjuti laporan. Kalau kerusakannya ringan seperti kabel putus atau pengaturan timer, langsung kami perbaiki di lapangan,” jelas Wahyu.

Ia juga menyoroti kondisi jaringan PJU di Jalan Jenderal Sudirman yang menggunakan sistem bawah tanah dan sudah mengalami pelapukan. Kondisi tersebut kerap memicu gangguan, terutama saat musim hujan.

“Di Sudirman jaringannya bawah tanah dan banyak yang sudah lapuk. Saat hujan, kelembaban sering menyebabkan korsleting. Ini kami tangani bertahap,” ujarnya.

Terkait rencana pengembangan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Dishub menyatakan perannya saat ini sebatas penyedia data teknis. Sementara aspek anggaran dan regulasi berada di bawah kewenangan instansi lain.

“Untuk KPBU, kami siapkan data kebutuhan. Perencanaan anggaran dan regulasi ada di Bappeda dan BKAD,” kata dia.

Hingga kini, Dishub Metro terus melakukan monitoring rutin setiap malam guna memastikan kondisi penerangan jalan tetap optimal, terutama untuk mendukung aktivitas masyarakat pada dini hari agar tetap aman dan nyaman. (red)

Tinggalkan Komentar Anda