Sebatin.com, Bandar Lampung – Darma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Lampung (Unila) menggelar seminar bertajuk “Pengelolaan Keuangan dan Wirausaha Berbasis Keluarga Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara berlangsung di ruang sidang lantai dua Rektorat Unila, Selasa (12/8/25), dan diikuti 60 peserta, terdiri dari pengurus DWP pusat, fakultas, serta ibu-ibu penggiat UMKM dari Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Seminar dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unila, Habibullah Jimad, yang hadir mewakili rektor. Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Keadaan ekonomi sekarang sedang tidak baik-baik saja. Untuk menggerakkan ekonomi, sektor UMKM memegang peran penting. Inti dari pengelolaan keuangan ada dua, dari mana sumber pendapatannya dan bagaimana penggunaannya. Keuangan harus diarahkan untuk aktivitas yang produktif. DWP harus menjadi organisasi bermanfaat,” kata Habibullah.
Panitia menghadirkan empat narasumber berpengalaman di bidang kewirausahaan dan keuangan. Mereka adalah Diono Nugroho dan Ratna Kusumawati dari Clarion Cake & Bread, Natalia Sonata Hutajulu dari DBM Business KC Bandar Lampung, serta Nivo Agesfinaldi, Funding Transaction Head KC Bandar Lampung.
Materi yang dipaparkan mencakup strategi mengelola pendapatan rumah tangga, teknik memulai dan mengembangkan usaha rumahan, pentingnya inovasi produk, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Narasumber juga membagikan tips praktis agar keluarga dapat menciptakan sumber penghasilan tambahan tanpa mengganggu stabilitas finansial.
Ketua pelaksana kegiatan berharap seminar menjadi momentum untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga. “Melalui seminar ini, semoga peserta dapat menggali potensi diri, memperluas wawasan, dan memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi dengan masyarakat luas, baik di dalam maupun di luar Unila,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Unila menegaskan peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. “Keluarga adalah pilar utama dalam membentuk generasi yang kuat, tangguh, dan berdaya saing. Pengelolaan keuangan yang baik dan jiwa kewirausahaan yang kuat akan menjadi pondasi penting untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” katanya.
Acara berlangsung interaktif. Para peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai strategi menghadapi tantangan ekonomi keluarga, pemasaran UMKM di era digital, serta langkah awal membangun usaha.
DWP Unila berharap kegiatan ini dapat mencetak keluarga tangguh yang mampu mengelola keuangan dengan bijak sekaligus berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal menuju Indonesia Emas 2045. (Sgn)









