
Sebatin.com, Sebatin.com – Akibat jalan yang berlubang, serta minimnya penerangan di jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro mengakibatkan sering terjadi kecelakaan. Kali ini, supir pribadi Camat Metro Timur, Tyo, menjadi korban kecelakaan tunggal di daerah tersebut, Sabtu (3/3/2018) sekitar jam 22.10 Wib.

Menurut keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian, Sulis, korban mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Ngebut, dia kan iring-iringan dengan Ryan dari karang. Dia itu (Ryan) adik ipar saya, saya kan berdiri disini sama hendro, ngebut kena lobang disini. Bukannya ngerem, malah masih ngebut, kena lobang lagi depan. Langsung oleng ngantem pohon,” jelasnya kepada Sebatin.com.

Sementara itu Camat Metro Timur, Rosita, menceritakan, supirnya tersebut disuruh mengantarkan batik kepada tukang jahit. Setelah itu, katanya, korban pergi bermain futsal, sehingga kemungkinan kecelakaan terjadi karena diakibatkan korban mengantuk.
“Supir sendirian dia. Habis itu dia pamit sama saya, ngantuk mungkin, soale habis nganter batik dia main futsal di ganjaragung sana,” tutur Rosita.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam perawatan UGD RS Muhammadiyah Kota Metro.

Di lain pihak, Warga yang sering di lokasi kejadian, Surono menceritakan, di lokasi tersebut dalam sebulan ini lebih dari sepuluh kali terjadi kecelakaan karena kondisi jalan yang berlubang.
“Kan tiap hari saya nongkrong disini, di pangkalan ini. Tiga hari yang lalu mobil sedan nyungsep juga disini, waktu itu ada juga monil truk muatan pernah juga nyungsep disini. Saya sendiri setengah bulan yang lalu sudah nyungsep juga disini juga,” ungkapnya.

Memang meskipun sering terjadi kecelakaan, tambah Surono, tahun ini belum ada korban yang meninggal dunia. Selain karena jalan yang berlubang, hal itu diakibatkan kondisi penerangan yang kurang di tempat kejadian.
“Kalau tahun ini memang tidak ada korban, tapi tahun lalu ada. Kalau penerangan sebenarnya cukup, tapi di lubang itu kurang dikit,” katanya.
Reporter : Ade Gunawan
Editor : Addarori Ibnu Wardi





