Kejar Capaian UHC di 2022, Kota Metro Anggarkan Rp 21 Miliar

8
Kejar Capaian UHC di 2022, Kota Metro Anggarkan Rp 21 Miliar
Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Fahmi Anwar

Sebatin.com, Kota Metro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mendorong terwujudnya Universal Health Coverage (UHC). Pencapaian UHC tersebut dilakukan dengan mengalokasi anggaran BPJS Kesehatan kelas 3 untuk masyarakat.

“Pencapaian UHC tahun 2021 kita sudah mengganggarkan sebesar Rp12 miliar. Dengan harapan sampai dengan bulan Desember UHC mencapai 85 persen. Artinya untuk pencapaian 95 persen kita perlu menambah kurang lebih 10 persen dengan jumlah keanggotaan baru sebanyak 8.000 jiwa,” terang Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Fahmi Anwar, usai menggelar rapat pembahasan KUA PPAS tahun 2022, Rabu (10/11/2021).

Karenanya, lanjut Fahmi, dalam pembahasan KUA PPAS tahun 2022 pihaknya telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp21 miliar. Pembahasan tersebut telah dilakukan bersama dengan OPD terkait seperti BPKAD, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

“Karena berbicara masalah kesehatan untuk masyarakat Kota Metro kita mendorong penuh. Apalagi ini merupakan janji dan program unggulan saudara Walikota. Maka kita berharap di tahun 2022 UHC 95 persen ini bisa tercapai. Dan alhamdulillah tadi ada beberapa OPD yang terkait dari Keuangan, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial kita berkomitmen. Alhamdulilah sudah dialokasikan anggaran yang untuk mencukupi 95 persen UHC di tahun 2022. Besarannya kurang lebih mencapai Rp21 miliar,” paparnya.

Menurutnya, alokasi anggaran tersebut diperuntukkan bagi kepesertaan anggota baru. Namun pihaknya juga menyiapkan kuota untuk masyarakat yang ingin mengalihkan dari mandiri ke bantuan pemerintah lewat BPI BPJS Kesehatan kelas 3. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan kuota untuk masyarakat yang kesulitan untuk membayar kewajibannya.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat Kota Metro, manfaatkan kesempatan ini kita sebaik-baiknya. Karena sampai bulan Desember kita masih ada kuota 9.000 khususnya untuk kepesertaan anggota baru mencapai 85 persen ini. Bagi masyarakat yang belum mempunyai kartu BPJS Kesehatan, pemerintah sudah mengalokasikan. Masih ada kurang 9.000 peserta, jadi silahkan mendaftar,” imbaunya.

Ia menambahkan, alokasi anggaran tersebut juga dilakukan sebagai komitmen Walikota bersama DPRD untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Sehingga tidak ada lagi masyarakat Kota Metro yang tidak dapat menikmati fasilitas kesehatan dari BPJS.

“Jadi jangan khawatir untuk masyarakat Kota Metro. Ini menjadi komitmen secara bersama-sama Pak Walikota dan DPRD bagaimana urusan kesehatan ini 2022 selesai semua. Jadi tidak ada ceritanya masyarakat Kota Metro yang tidak mendapat jaminan kesehatan,” tukasnya. (De)

Tinggalkan Komentar Anda