
Sebatin.com, Jakarta – Kota Metro meraih penghargaan nasional atas keberhasilannya memenuhi kebutuhan darah daerah secara optimal. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menilai Kota Metro sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan Palang Merah Indonesia (PMI) terbaik, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah sepanjang 2025.
Metro tercatat masuk dalam daftar 10 kabupaten/kota dengan persentase tertinggi pemenuhan kebutuhan darah. Penghargaan bergengsi itu diberikan bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025.
Sepuluh daerah penerima penghargaan tersebut adalah Kota Banda Aceh, Kota Metro, Kota Bukittinggi, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kota Mojokerto, Kota Denpasar, dan Kota Mataram.
Penghargaan itu secara langsung diserahkan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat PPID Kemenkes, Azhar Jaya kepada Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/25).

Dalam pidatonya, Azhar Jaya menyebut capaian Metro sebagai bukti konsistensi pemerintah daerah dalam membangun sektor kesehatan.
“Kami melihat bahwa Pemerintah Kota Metro tidak hanya fokus pada pencapaian administratif, tetapi benar-benar memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi secara nyata. Ini adalah praktik baik yang kami harapkan dapat direplikasi oleh daerah lain,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. “Transformasi sistem kesehatan nasional hanya bisa berhasil jika pemerintah daerah memiliki keberanian berinovasi dan komitmen yang kuat. Kota Metro menunjukkan hal tersebut melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai unsur.
“Penghargaan ini bukan semata-mata milik Wali Kota, tetapi milik seluruh tenaga kesehatan, anggota PMI Kota Metro, kader posyandu, dan masyarakat yang terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan inklusif dan berkelanjutan. “Kami akan terus berinovasi, memperluas jangkauan layanan, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” katanya.
Berdasarkan data UTD PMI Kota Metro periode Januari—November 2025:
- Total donasi darah mencapai 20.025 kantong.
- Jumlah pendonor sukarela sebanyak 19.616 orang, dengan persentase 97,85 persen, melampaui target nasional ≥90 persen.
- Permintaan darah dari fasilitas kesehatan mencapai 21.975 kantong, dengan pemenuhan 21.574 kantong atau 98,2 persen.
- Pada Oktober dan November 2025, tingkat pemenuhan kebutuhan darah bahkan mencapai 100 persen.
Ketersediaan darah sepanjang 2025 dinilai aman dan stabil berkat optimalisasi kegiatan donor darah, promosi dan edukasi publik, pemantauan stok harian, serta distribusi darah yang efisien. Kontribusi pendonor dari luar wilayah juga membantu menjaga stabilitas persediaan. (Adv)





