Sebatin.com, Bandar Lampung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mengapresiasi program pupuk organik cair yang digagas Gubernur Lampung. Program ini dinilai sebagai langkah konkret untuk meringankan beban petani sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Ini program yang sangat baik dari gubernur dalam rangka menunjang dan meningkatkan hasil produksi petani dari berbagai komoditas seperti jagung, padi, singkong, kedelai, dan lainnya,” kata Mikdar kepada media, Jumat (30/01/26).
Menurut dia, program tersebut mencerminkan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terhadap sektor pertanian, terutama di tengah kebijakan pupuk subsidi yang masih mengharuskan petani melakukan penebusan.
“Dengan pupuk subsidi yang harganya sudah diturunkan, ditambah pupuk organik cair gratis dari gubernur, seharusnya tidak ada lagi alasan bagi petani untuk tidak memaksimalkan hasil tanamannya,” ujar Mikdar.
Mikdar berharap program pupuk organik cair yang telah tersedia di ratusan desa dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Ia menilai, optimalisasi program ini berpotensi meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan biaya produksi petani.
Ia juga mengimbau kelompok tani di desa-desa yang telah memiliki fasilitas tersebut untuk aktif berkoordinasi dengan pengelola rumah produksi pupuk organik cair.
“Silakan kelompok tani memanfaatkan bantuan ini. Ini gratis. Tinggal berhubungan dengan tempat pembuatannya di desa,” katanya.
Lebih lanjut, Mikdar optimistis kombinasi kebijakan pupuk subsidi dan program pupuk organik cair mampu mendorong Lampung semakin mantap sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Tidak hanya untuk komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong, tetapi juga komoditas pertanian lainnya.
Saat ini, program tersebut baru menjangkau sekitar 500 desa dari total sekitar 2.300 hingga 2.400 desa di Provinsi Lampung. Ia berharap cakupan program dapat terus diperluas ke wilayah lain.
“Kami di Komisi II DPRD Lampung tentu sangat mendukung program ini dan berharap petani benar-benar memanfaatkannya secara maksimal,” ujar Mikdar. (Sgn)






